17

Kopdar Perdana

Selamat Idul Fitri 1433 Hijriah 😀

Alhamdulillah kita dipertemukan dengan Ramadhan tahun ini dan diizinkan untuk merayakan hari kemenangan pula. Kawan Blogger, maafkan semuaaaa salah saya ya. Semua kesalahan yang sengaja maupun tidak disengaja. Karena namanya juga orang Surabaya yang watak aslinya hampir sama semua, suka ceplas ceplos, jadi suka ga berasa kalau uda nyakitin walau ga bermaksud demikian. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan ya, amin 🙂

Kemarin saya kopdar loh. Haha, ga banyak sih, cuma sama mas Gandi dan Niar. Tapi itu sudah cukup meramaikan mall. Apalagi ada korban bully >> mas Gandi. Hehee :mrgreen: Jadi awalnya janjiannya sama mas Gandi doang, eh ternyata pas sudah deket sama jam ketemuannya, Niar juga ikutan. Jam 5 sore ketemu mas Gandi dulu dan bada magrib Niar menyusul. Niar dan saya sama-sama bawa adek. Jadi lumayan rame, walaupun adek kami sama-sama diem sih. Kalah sama mbak-mbaknya :mrgreen:

Lucunya selain kopdar sama mereka berdua, saya juga kopdar dadakan sama keluarga besarnya mas Gandi 😆 Jadi waktu sholat magrib, saya dan adek saya sholat duluan, mas Gandi nungguin Niar. Pas mas Gandi sholat dan saya yang nungguin Niar, datanglah seorang om yang tiba-tiba berkata “kamu temennya Gandi ya mbak?” hah? kaget juga sih. Saya kira apa itu blogger yang ikut janjian juga tapi saya ga tau. Atau Niar dianter bapaknya? Ya saya mengiyakan kalau saya temennya mas Gandi. Terus om itu bilang “ itu mbak, ibu yang berdiri di depan situ sama anaknya, itu ibunya Gandi sama adeknya mbak. Itu semua yang berdiri disana termasuk saya keluarganya Gandi mbak.” Jdieng!! Ya jelas salting lah saya! Ternyata dari jam 5 sore sampai kami sholat shift-shiftan itu, beliau-beliau itu sudah duduk di tempat duduk yang ga jauh dari tempat kami duduk dan hebatnya, mas Gandi ga sadar itu 🙄 . Ya saya cuma senyam-senyum sama manggut-manggut aja, bingung juga mau disalamin satu-satu tapi semuanya uda jalan menjauh. Mungkin om itu menyadari kesaltingan saya dan akhirnya “uda mbak gapapa, kita ini mau balik. Gandi-nya kemana?” langsung saya jawab kalau mas Gandi masih sholat dan kami masih nunggu teman satu lagi, biar ga disangkan ketemu berduaan doang >.< Dan akhirnya om itu pamit meninggalkan saya yang tersenyum blo’on. Adek saya langsung ngakak ngeliat muka saya yang makin ga jelas dan tak berapa lama untungnya Niar datang. Membawa kecerian dan kehebohan yang membuat saya terlupa sejenak dengan shock tadi :mrgreen:

Kopdar yang menyenangkan, dan pastinya puas godain mas Gandi 😆 Sayangnya pagi ini dapet berita duka. Eyang kakungnya Niar meninggal. Inalillahi wainaillahi rojiun. Semoga segala amal kebaikannya diterima disisinya dan diberikan ketabahan buat keluarga ya ditinggalkan. Titip doa dari sini ya Niar 🙂

Nih bukti kopdar kemarin. Kata Niar, kopdar tanpa foto itu hoax 😛 sudah ada link foto juga, adek saya yang dipojokkan, abaikan :mrgreen:

Advertisements
29

Gado-Gado #3

Pagi tadi setelah solat subuh, saya langsung melangkahkan kaki menuju pantai lagi untuk menanti sunrise. Hawa yang dingin tidak menyurutkan niat saya dan adik perempuan saya untuk berdiri di bibir pantai. Langit dengan gradasinya yang indah, perpaduan dari gelap menuju terang menambah apik panorama pagi tadi. Sayang matahari terbit tak dapat dinikmati seutuhnya karena tertutup oleh pegunungan dan hutan jati. Tapi tak mengapa, semburat merah muda yang bercampur dengan ungu sudah cukup menentramkan hati saya. Andai saya punya kamera SLR, tentu sudah saya abadikan panorama itu :mrgreen:

Hanya sekedar merasakan hembusan angin yang membelai kerudung saya dengan halus dan deburan ombak yang berusaha menggapai kaki saya. Melihat beberapa keluarga yang mulai berdatangan juga sekumpulan anggota tim SAR yang sedari kemarin melaksanakan pelatihan di pantai itu juga menandakan lamanya saya berdiri disana. Hingga akhirnya saya disuguhi sepiring sate oleh ibu saya yang juga sudah datang di pantai ini juga entah sejak kapan.

Sekitar pukul 10.00 kami check out dan beranjak menuju Bondowoso. Persiapan untuk tahlilan bada magrib dilaksanakan dari dhuhur hingga ashar. Dilanjutkan dengan nyekar di pemakaman keluarga yang terletak tepat di depan rumah Uti. Tak berapa lama kemudian, saya mendapatkan pesan singkat dari dosen saya. Saya harus melaksanakan sidang PKL besok pukul 16.30. Bagus. Hayo, siapa yang minta sidang besok padahal sudah saya ajak bagi teman-teman yang berada dibawah naungan dosen pembimbing yang sama untuk sidang sebelum UAS atau semasa UAS karena tanggal 3 Juli hingga 6 Juli saya tidak bisa diganggu gugat. Hayo siapa 😐 ?

Jadilah selepas tahlilan ini, saya langsung cabut untuk pulang ke Surabaya. Saya merepotkan om saya karena harus mengantarkan saya pulang malam ini juga 😦 Padahal rencana awal adalah besok siang. Saya pengacau rencana >.<

Doakan semoga saya selamat sampai tujuan ya. Saya juga belum membuat presentasi untuk besok. Semangat semangat. Sembuh sembuh 😀

12

Gado-Gado #2

Pantai Pasir Putih 😀
disinilah saya menginap malam ini. Berkeliling melihat aneka souvenir dari kerang-kerangan, menikmati debur ombak (sudah berapa lama saya tak ke pantai) hingga menjumpai sunset di kala senja. Walau sunset-nya tak seperti yang saya bayangkan, tapi apa yang tak saya suka dari sebuah senja. Senja itu selalu indah di mata saya 🙂

Wisata kuliner juga jadi agenda saya hari ini loh 😀 Mulai dari sate yang daging sangat kecil 😆 lalu lanjut dengan sup yang isinya wortel, jamur, sawi, rumput laut, udang, bakso ikan, bihun dan tofu yang dikenal dengan sup sehat, kemudian cap cay (mahal) jadi pilihan saya untuk menutup hari yang panjang ini. Pilihan makan saya memang harus memenuhi 4 sehat, supaya saya lekas sembuh huhu >.< Karena sepanjang perjalanan, seisi mobil dimanjakan dengan alunan batuk saya yang sangat merdu 😳

Besok pagi, saya mau mengejar sunrise ahh. Saya lanjutkan ceritanya besok ya kawan blogger. Sekarang, waktunya istirahat dulu 🙂 have a nice night all.