6

Bumi

Dear Lunar. Masihkah aku dihatimu? Aku disini merindumu. Tumpukan awan dan sekawanan petir ini menghalangi pandanganku terhadapmu. Beberapa hari tak dapat melihatmu, mungkin sebentar lagi pertahananku akan akan runtuh. Aku teramat merindukanmu. Baik-baiklah kau disana.

lunar-earth

Lunar, aku tahu kita tak akan pernah bersatu, aku teramat sangat menyadari itu. Tapi, ketahuilah. Kaulah cahayaku malamku. Hanya kau yang mampu menerangi gelapku. Biarkan kita hanya mampu saling menitipkan rindu. Saling menatap dari jauh tanpa bisa bersatu, biarkan. Cinta ini begitu ikhlas. Bukan karena aku tak ingin memilikimu atau tak ingin bersamamu. Tapi, takdir Tuhan lebih indah bukan?