2

Tom and Jerry

Hello,

Mau bahas kartun yang sering saya tonton dari kecil nih. Seiring berjalannya waktu saya jadi paham kalo TOM ITU GA JAHAT! Serius! Tom itu baik. Patuh sama pemiliknya. Dia juga bertanggung jawab sama keamanan rumah. Jerry yang nakal!

Sekarang bayangin ya, kenapa Tom jadi jahat dengan seabrek rencananya itu? Ya supaya Jerry ga nyuri makanan di kulkas. Banyak adegan dimana Jerry berusaha bikin berantakan rumah, tapi Tom dengan segenap kemampuannya berusaha menjaga supaya rumah tetap rapi. Tom itu bertanggung jawab penuh sama rumah, Jerry yang nakal 😩
Then see, gimana dari kecil kita dibentuk pola fikirnya supaya berfikiran bahwa Jerry dianiaya Tom 😣 Tom begitu jahat karena membiarkan Jerry kelaparan. Jerry cuma tikus kecil tak berdaya dan Tom kucing nakal yang ga bakal biarin Jerry mendapatkan makanan sedikit pun. Dan saya sudah ga mau berfikiran demikian. Saya bakal jadi pembela Tom mulai sekarang!

Ergh penting ga sih bahas beginian? 😂

7

Swing Mood

Sorry,

I’m the imperfect girl who has the swing mood 😦 saya itu tipenya reaktif sekali. Jadi maafkan saya yang begini. Minta maaf sama siapa? Minta maaf sama yang baca gegara dari kemarin tulisannya marah-marah mulu.

Jadi ini adalah minggu ketiga saya dipegangin anak baru. Saya pun terbilang baru, tapi karena saya dan dia berada di area yang sama, akhirnya saya yang diberi tanggung jawab untuk melatih dia. Melatiiih. Iya ngajarin deh, melatih kok berasa kayak lagi renang.

Saya ini dulu jaman kuliah bahkan beberapa waktu lalu sering ngajar, jadi bukan hal yang baru jika saya harus menyampaikan informasi yang saya ketahui ke orang lain dengan penuh ketelatenan, saya sabar kok, asal jangan SOTOY. Saya sebel banget ketika saya kasih tau, belum didengerin, udah nyaut aja dengan sok tahunya padahal ga tau apa-apa hhhhhrrrr 😣 dan beruntungnya, anak baru ini seperti itu. Cobaan Tuhan mana lagi yang engkau dustakan? Mungkin ini cara Tuhan menegur saya agar lebih melapangkan sabar saya, hmhh.

Alhasil dengan ujian dari anak baru selama tiga minggu ini, menghasilkan mogok bicara hari ini -_- iya saya males ngomong. Daripada nanti saya ngomel berkepanjangan sama dia, mending saya diam. Dan untungnya dia ga kebanyakan tanya. Hrr lagi-lagi, mungkin ini efek karena bagaimana pun saya menyembunyikan emosi, tetep aja bisa kebaca dari raut muka. Saya terlalu reaktif. Astagfirullah 😥 segera selesai aja deh hari ini, saya pengen cepet pulang. Saya capek hati. Kapan, kapan dia dapet meja biar saya bisa kembali hidup tenaaaaang? Kapaaaan?

9

Tali Tuhan

Hello,

Saya ingin membahas tentang ikatan, itu mengapa judulnya tali hehee. Lalu apa hubungannya dengan Tuhan? Karena Tuhan lah yang menciptakan tali yang mengikat ini.

Duh ngomong apa sih?

Hehee, saya disini cuma mau berbagi. Percayakah kalian dengan kebetulan? Sedangkan pernah ada sebuah pernyataan bahwa tidak ada kebetulan di dunia ini, semua berjalan atas kehendak Allah karena daun yang terjatuh pun sudah berada dalam pengaturanNya. Nah, saya sedang mengalami sebuah kebetulan yang mmh menyenangkan, lumayan bikin wajah memerah lah ya :mrgreen:

Kebetulan ini bagai pertanda awal antara saya dan dia. Jadi ceritanya, saya pernah di masa lampau membuat flash fiction yang tokohnya mirip dengan dia. Mirip dari beberapa sifatnya dan juga profesinya!

Hmm apakah ini sebuah kebetulan? Mari kita cari tahu lagi.

Sedangkan dia di masa lampau, pun pernah membahas tentang sesuatu hal yang berhubungan dengan kami sekarang. Tentang ikatan adat tetapi lumayan menjadi polemik tersendiri.

Jadi maksudnya?

Maksudnya, saya dan dia di waktu lampau, saling menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan kami sekarang. Padahal jika ditarik garis waktunya, agak aneh ketika kami menuliskannya saat itu. Ya karena pada masa itu kami belum berhubungan, sehingga agak mustahil jika tulisan di masa lampau itu inspired by each other 😆

Ini kebetulan? Ya kebetulan yang menyenangkan. Karena rencana Tuhan tidak ada yang tahu bukan? Tulisan kami di masa lalu seolah menjadi kode untuk masa yang sekarang kami jalani, dan itu lucu. Ya, hidup kadang selucu itu 😀

Yasudah, maafkan postingan ini ga jelas. Saya mau solat shubuh dulu. Oya, ternyata menyenangkan kembali ngeblog dengan menggunakan wordpress android. Walau seadanya, tapi ini cukup membahagiakan.

Makasih Tutus sudah ngomporin saya 😛

10

Posesif itu Mengerikan

Ini kejadian beberapa hari lalu sih. Jadi ceritanya, saya lagi main instagram. Selain lihat-lihat gambar atau video dari temen-temen, kadang saya suka iseng buat meninggalkan komentar atau like di gambar mereka. Salah satunya kakak kelas saya jaman kuliah. Mas ini mengunggah foto pantai. Iseng aja saya komen “pantai ini ya?” karena saya ingin memastikan apakah benar nama pantainya, saya pernah kesana sekali. Lalu saya tinggalkan, saya scroll lagi timeline saya. Setelah saya bosan, saya refresh lagi timeline supaya masuk foto-foto terbaru daaaaan foto kakak kelas yang saya komen tadi sudah di respon oleh pacar barunya dan komentarnya pertama dari dia itu sama persis dengan komentar saya 🙄 . Ga cuma sampai disitu, komentar keduanya inilah indikator posesif yang saya yang tangkap yaitu “captured by (tag herself)” .

Haduh haduh, ngapaiiiiinnnnnn sih ini cewek? Apakah saya mengancam eksistensi dia sebagai kekasih dengan komentar semacam itu? Saya jadi semakin antipati dengan sekitar saya apalagi dengan yang sudah memiliki kekasih “tidak masuk akal” macam itu.

Ya posesif boleh, tapi bukan berarti menjauhkan dia dari lingkungan sosialnya. Posesif boleh, tapi bukan berarti dunia ini hanya kalian berdua. Posesif boleh, tapi hey! Be wise girl! Hidup di pelosok aja kalo takut PACARnya (pacarnya lo ya, belum suami itu) diambil orang.

Huuuuft maafkan saya. Sudah lama ga nulis, sekali nulis isinya ngomel. Maafkan ya. Ga penting kok ini 😦

7

Pentingnya Air Putih

Hello,

Saya ingin berbagi mengapa air putih begitu penting bagi tubuh. Jadi ceritanya, saat itu saya berpuasa. Jika dahulu pekerjaan saya mengharuskan untuk berlalu lalang dari ruang produksi ke laboratorium, maka di pekerjaan yang sekarang saya hanya cukup duduk manis di depan komputer, seharian. Jika di nalar, tentu berpuasa akan berat saat saya melakukannya di pekerjaan yang terdahulu, tapi saya salah.

Dari pagi hingga siang, saya masih baik-baik saja. Tidak ada kelelahan signifikan karena puasa ini. Hanya bibir saya saja yang sangat kering karena saat tak puasa pun ia memiliki kecenderungan tidak lembab (sama sekali). Tetapi begitu melewati pukul 13:00 punggung saya terasa sakiiiittt sekali. Awalnya tidak saya hiraukan, tapi entah mengapa sakitnya begitu menyengat. Nyeri dari tulang belakang bagian bawah ini membuat saya sedikit terganggu dan berusaha mengalihkan rasa sakit dengan menarik-narik punggung sedikit. Pukul 15:00 sakitnya benar-benar tidak bisa ditoleransi! Saya berdiri dan kemudian bertahan di posisi ruku’ selama beberapa detik. Biasanya memang saya mengonsumsi 1 liter air putih setiap harinya saat sedang di kantor. Tapi saat puasa seperti ini, saya benar-benar tidak mengira efeknya langsung terasa. Jadilah setengah hari itu saya habiskan dengan ruku’ setiap setengah jam sekali demi meringankan nyeri di punggung.

Banyak orang begitu menyepelekan air putih. Mungkin bagi mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi air putih efeknya tidak akan separah saya. Tapi dengan rajin mengonsumsi air putih cukup, memberi alarm lebih awal pada tubuh kita saat belum benar-benar parah.

Bagi Anda pekerja kantoran seperti saya, diharapkan mengonsumsi air putih bahkan di saat Anda tidak haus. Duduk 9 jam di depan komputer, ruang berpendingin, membuat kita kadang terlena dan tidak menyadari kebutuhan tubuh kita. Yang ada mah nyemil terus :mrgreen: Padahal, dengan kondisi tempat kerja seperti itu justru memperbesar penyakit tidak menyenangkan di masa depan. Jarang minum, kasihan ginjalnya. Jarang gerak, kasihan ototnya. Jarang berkeringat, proses detoksifikasi alami jadi tidak lancar. Begitu banyak efek jangka panjang yang tidak baik dan ini dapat diminimalisir dengan minum cukup air putih dan olahraga.
Yuk sayangi tubuh kita. Mungkin pengalaman saya kemarin bisa dijadikan pelajaran bahwa alarm tubuh bisa dilatih kepekaannya dengan membiasakan hidup sehat. Semoga bermanfaat 🙂

0

Pembuatan NPWP di Sidoarjo

Sekitar dua minggu lalu, saya membuat NPWP setelah bekerja selama dua tahun tanpa memilikinya hehee. Saya sebenarnya kurang tahu mengapa harus memiliki NPWP jika sudah bekerja. Karenanya, saya tidak berniat membuatnya, dulu. Tetapi di tempat kerja yang sekarang, saya wajib punya, makanya baru tergerak buat berangkat ke kantor pajak 😀

Saya membuat NPWP di Sidoarjo karena pembuatannya disesuaikan dengan domisili KTP. Kota Sidoarjo dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Sidoarjo Utara, Sidoarjo Barat dan Sidoarjo Selatan, maka pastikan dulu bagi Anda warga Sidoarjo, domisili kecamatan Anda masuk ke area yang mana. Karena beda area, beda kantor pajak pula.

  • Kecamatan Waru, Gedangan, Buduran dan Sedati melakukan pengurusan di Kantor Pajak Pratama Sidoarjo Utara di Jl.Pahlawan no.55 (bersebelahan pas dengan McD di dekat Perumahan Taman Pinang)
  • Sidoarjo Barat melakukan pengurusan di Kantor Pajak Pratama Sidoarjo Barat Jl.Lingkar Barat GOR Delta (samping gedung sekolah, SMPN 1 Sidoarjo kalo ga salah)
  • Kecamatan di daerah pusat Sidoarjo termasuk ke area Sidoarjo Selatan (kata mbak receptionist) melakukan pengurusan di Kantor Pajak Pratama Sidoarjo Selatan Jl.Raya Jati no.6

Setelah memastikan wilayah mana kecamatan Anda tinggal, jangan lupa membawa KTP dan kartu keluarga baik asli maupun kopian. Sedangkan jika Anda sudah bekerja dan baru pertama kali membuatnya seperti saya, pastikan pula membawa surat keputusan dari perusahaan tempat Anda bekerja beserta dengan ID Card.

Pelayanannya sangat cepat, hanya 15 menit. Antrinya pun tidak panjang. Kartu yang dibuat langsung jadi tetapi tidak bisa langsung dibawa. Anda akan diberikan kopiannya, dan kartu NPWP dalam kurun tiga hari akan dikirimkan dengan pos ke rumah Anda. Jika Anda tidak tinggal di alamat yang tertera di KTP, pastikan memberikan alamat pengiriman alternatif kartu NPWP yang sangat lengkap kepada petugas pajak, menghindari kesalahan kirim.

Jika sudah memiliki NPWP, Anda akan dikenai wajib lapor penghasilan tahunan. Wajib lapor ini akan dikabarkan oleh perusahaan Anda, atau maksimal bulan Maret setiap tahunnya. Dan untuk pembaharuan NPWP atau pengurusan kartu yang hilang, silahkan ke Kantor Pajak Wilayah II di Jl.Semambung (arah ke Bandara Juanda, sebelah kiri jalan, bersebelahan dengan Gedung PJB Service).

Sekian informasi dari saya, semoga bisa membantu bagi Anda yang akan membuat NPWP khususnya daerah Sidoarjo 😀