5

Menikah?

Pada umur yang sudah lepas dari angka dua lima tahun, setiap orang pasti bertanya. Kapan. Tunggu apa. Calonnya mana. Jangan terlalu milih. Jangan terlalu mandiri. Jangan sombong. Yang kemarin kenapa putus. Kapan mau nurunin standart.

Oo my.. That is not as simple as that..

Pernikahan itu mudah, karena di agama, memang tidak dipersulit. Pernikahan itu mudah, kalo ada calonnya. Pernikahan itu murah kalau ga kemakan gengsi dan adat.

Is that me make it not simple?

Pernikahan adalah hubungan dua arah. Kalau ingat pelajaran fisika atom jaman dulu kuliah. Ketika ada elektron berpindah kulit atom, pasti ada proses melepas atau menyerap energi. Sama kayak orang nikah. Ketika kita keluar dari zona nyaman, pasti dibutuhkan pelepasan kebiasaan buruk (bangun siang di hari Minggu misalnya, mmh that’s me) dan menyerap kebiasaannya supaya bisa adaptasi. Yaiyalah, kayak nikah cuma hidup berdua sehari dua hari doang . Ini kehidupan bersama untuk jangka waktu lama. Berkorban untuk saling menyelaraskan sikap. Mengalah untuk menekan ego. Memahami semua baik buruknya.

Is it simple?

Pernikahan itu ga sekedar cinta, komitmen dan percaya itu wajib. Karena cinta itu kayak iman, ada naik turunnya, fluktuatif. Kehidupan berdua ga semudah drama korea (kayak iklan minuman itu). Keliatan sepeti penganut anti pernikahan ya? Tapi sebenarnya tidak kok. Saya hanya teramat pemilih atas teman seumur hidup ini. Saya harus begini supaya anak saya kelak bangga punya orang tua seperti kami. Toh kebahagiaan yang dicari bukan hanya sampai level dunia saja kan?

2

Tom and Jerry

Hello,

Mau bahas kartun yang sering saya tonton dari kecil nih. Seiring berjalannya waktu saya jadi paham kalo TOM ITU GA JAHAT! Serius! Tom itu baik. Patuh sama pemiliknya. Dia juga bertanggung jawab sama keamanan rumah. Jerry yang nakal!

Sekarang bayangin ya, kenapa Tom jadi jahat dengan seabrek rencananya itu? Ya supaya Jerry ga nyuri makanan di kulkas. Banyak adegan dimana Jerry berusaha bikin berantakan rumah, tapi Tom dengan segenap kemampuannya berusaha menjaga supaya rumah tetap rapi. Tom itu bertanggung jawab penuh sama rumah, Jerry yang nakal 😩
Then see, gimana dari kecil kita dibentuk pola fikirnya supaya berfikiran bahwa Jerry dianiaya Tom 😣 Tom begitu jahat karena membiarkan Jerry kelaparan. Jerry cuma tikus kecil tak berdaya dan Tom kucing nakal yang ga bakal biarin Jerry mendapatkan makanan sedikit pun. Dan saya sudah ga mau berfikiran demikian. Saya bakal jadi pembela Tom mulai sekarang!

Ergh penting ga sih bahas beginian? 😂

7

Swing Mood

Sorry,

I’m the imperfect girl who has the swing mood 😦 saya itu tipenya reaktif sekali. Jadi maafkan saya yang begini. Minta maaf sama siapa? Minta maaf sama yang baca gegara dari kemarin tulisannya marah-marah mulu.

Jadi ini adalah minggu ketiga saya dipegangin anak baru. Saya pun terbilang baru, tapi karena saya dan dia berada di area yang sama, akhirnya saya yang diberi tanggung jawab untuk melatih dia. Melatiiih. Iya ngajarin deh, melatih kok berasa kayak lagi renang.

Saya ini dulu jaman kuliah bahkan beberapa waktu lalu sering ngajar, jadi bukan hal yang baru jika saya harus menyampaikan informasi yang saya ketahui ke orang lain dengan penuh ketelatenan, saya sabar kok, asal jangan SOTOY. Saya sebel banget ketika saya kasih tau, belum didengerin, udah nyaut aja dengan sok tahunya padahal ga tau apa-apa hhhhhrrrr 😣 dan beruntungnya, anak baru ini seperti itu. Cobaan Tuhan mana lagi yang engkau dustakan? Mungkin ini cara Tuhan menegur saya agar lebih melapangkan sabar saya, hmhh.

Alhasil dengan ujian dari anak baru selama tiga minggu ini, menghasilkan mogok bicara hari ini -_- iya saya males ngomong. Daripada nanti saya ngomel berkepanjangan sama dia, mending saya diam. Dan untungnya dia ga kebanyakan tanya. Hrr lagi-lagi, mungkin ini efek karena bagaimana pun saya menyembunyikan emosi, tetep aja bisa kebaca dari raut muka. Saya terlalu reaktif. Astagfirullah 😥 segera selesai aja deh hari ini, saya pengen cepet pulang. Saya capek hati. Kapan, kapan dia dapet meja biar saya bisa kembali hidup tenaaaaang? Kapaaaan?

9

Tali Tuhan

Hello,

Saya ingin membahas tentang ikatan, itu mengapa judulnya tali hehee. Lalu apa hubungannya dengan Tuhan? Karena Tuhan lah yang menciptakan tali yang mengikat ini.

Duh ngomong apa sih?

Hehee, saya disini cuma mau berbagi. Percayakah kalian dengan kebetulan? Sedangkan pernah ada sebuah pernyataan bahwa tidak ada kebetulan di dunia ini, semua berjalan atas kehendak Allah karena daun yang terjatuh pun sudah berada dalam pengaturanNya. Nah, saya sedang mengalami sebuah kebetulan yang mmh menyenangkan, lumayan bikin wajah memerah lah ya :mrgreen:

Kebetulan ini bagai pertanda awal antara saya dan dia. Jadi ceritanya, saya pernah di masa lampau membuat flash fiction yang tokohnya mirip dengan dia. Mirip dari beberapa sifatnya dan juga profesinya!

Hmm apakah ini sebuah kebetulan? Mari kita cari tahu lagi.

Sedangkan dia di masa lampau, pun pernah membahas tentang sesuatu hal yang berhubungan dengan kami sekarang. Tentang ikatan adat tetapi lumayan menjadi polemik tersendiri.

Jadi maksudnya?

Maksudnya, saya dan dia di waktu lampau, saling menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan kami sekarang. Padahal jika ditarik garis waktunya, agak aneh ketika kami menuliskannya saat itu. Ya karena pada masa itu kami belum berhubungan, sehingga agak mustahil jika tulisan di masa lampau itu inspired by each other 😆

Ini kebetulan? Ya kebetulan yang menyenangkan. Karena rencana Tuhan tidak ada yang tahu bukan? Tulisan kami di masa lalu seolah menjadi kode untuk masa yang sekarang kami jalani, dan itu lucu. Ya, hidup kadang selucu itu 😀

Yasudah, maafkan postingan ini ga jelas. Saya mau solat shubuh dulu. Oya, ternyata menyenangkan kembali ngeblog dengan menggunakan wordpress android. Walau seadanya, tapi ini cukup membahagiakan.

Makasih Tutus sudah ngomporin saya 😛

10

Posesif itu Mengerikan

Ini kejadian beberapa hari lalu sih. Jadi ceritanya, saya lagi main instagram. Selain lihat-lihat gambar atau video dari temen-temen, kadang saya suka iseng buat meninggalkan komentar atau like di gambar mereka. Salah satunya kakak kelas saya jaman kuliah. Mas ini mengunggah foto pantai. Iseng aja saya komen “pantai ini ya?” karena saya ingin memastikan apakah benar nama pantainya, saya pernah kesana sekali. Lalu saya tinggalkan, saya scroll lagi timeline saya. Setelah saya bosan, saya refresh lagi timeline supaya masuk foto-foto terbaru daaaaan foto kakak kelas yang saya komen tadi sudah di respon oleh pacar barunya dan komentarnya pertama dari dia itu sama persis dengan komentar saya 🙄 . Ga cuma sampai disitu, komentar keduanya inilah indikator posesif yang saya yang tangkap yaitu “captured by (tag herself)” .

Haduh haduh, ngapaiiiiinnnnnn sih ini cewek? Apakah saya mengancam eksistensi dia sebagai kekasih dengan komentar semacam itu? Saya jadi semakin antipati dengan sekitar saya apalagi dengan yang sudah memiliki kekasih “tidak masuk akal” macam itu.

Ya posesif boleh, tapi bukan berarti menjauhkan dia dari lingkungan sosialnya. Posesif boleh, tapi bukan berarti dunia ini hanya kalian berdua. Posesif boleh, tapi hey! Be wise girl! Hidup di pelosok aja kalo takut PACARnya (pacarnya lo ya, belum suami itu) diambil orang.

Huuuuft maafkan saya. Sudah lama ga nulis, sekali nulis isinya ngomel. Maafkan ya. Ga penting kok ini 😦