Pentingnya Air Putih

Hello,

Saya ingin berbagi mengapa air putih begitu penting bagi tubuh. Jadi ceritanya, saat itu saya berpuasa. Jika dahulu pekerjaan saya mengharuskan untuk berlalu lalang dari ruang produksi ke laboratorium, maka di pekerjaan yang sekarang saya hanya cukup duduk manis di depan komputer, seharian. Jika di nalar, tentu berpuasa akan berat saat saya melakukannya di pekerjaan yang terdahulu, tapi saya salah.

Dari pagi hingga siang, saya masih baik-baik saja. Tidak ada kelelahan signifikan karena puasa ini. Hanya bibir saya saja yang sangat kering karena saat tak puasa pun ia memiliki kecenderungan tidak lembab (sama sekali). Tetapi begitu melewati pukul 13:00 punggung saya terasa sakiiiittt sekali. Awalnya tidak saya hiraukan, tapi entah mengapa sakitnya begitu menyengat. Nyeri dari tulang belakang bagian bawah ini membuat saya sedikit terganggu dan berusaha mengalihkan rasa sakit dengan menarik-narik punggung sedikit. Pukul 15:00 sakitnya benar-benar tidak bisa ditoleransi! Saya berdiri dan kemudian bertahan di posisi ruku’ selama beberapa detik. Biasanya memang saya mengonsumsi 1 liter air putih setiap harinya saat sedang di kantor. Tapi saat puasa seperti ini, saya benar-benar tidak mengira efeknya langsung terasa. Jadilah setengah hari itu saya habiskan dengan ruku’ setiap setengah jam sekali demi meringankan nyeri di punggung.

Banyak orang begitu menyepelekan air putih. Mungkin bagi mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi air putih efeknya tidak akan separah saya. Tapi dengan rajin mengonsumsi air putih cukup, memberi alarm lebih awal pada tubuh kita saat belum benar-benar parah.

Bagi Anda pekerja kantoran seperti saya, diharapkan mengonsumsi air putih bahkan di saat Anda tidak haus. Duduk 9 jam di depan komputer, ruang berpendingin, membuat kita kadang terlena dan tidak menyadari kebutuhan tubuh kita. Yang ada mah nyemil terus :mrgreen: Padahal, dengan kondisi tempat kerja seperti itu justru memperbesar penyakit tidak menyenangkan di masa depan. Jarang minum, kasihan ginjalnya. Jarang gerak, kasihan ototnya. Jarang berkeringat, proses detoksifikasi alami jadi tidak lancar. Begitu banyak efek jangka panjang yang tidak baik dan ini dapat diminimalisir dengan minum cukup air putih dan olahraga.
Yuk sayangi tubuh kita. Mungkin pengalaman saya kemarin bisa dijadikan pelajaran bahwa alarm tubuh bisa dilatih kepekaannya dengan membiasakan hidup sehat. Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

7 thoughts on “Pentingnya Air Putih

  1. Setuju banget. Saya ini banyak minum air sewaktu kuliah, eh tahu-tahu kena geja gangguan ginjal itu. Gejala awalnya suka pipis sering banget. Kadang panas. Infeksi deh. Memang harus banyak minum air putih. Kalau pas puasa memang tantangan. Biasanya malam dan pas sahur dibanyakin air. Risikonya jadi sering pipis. Ganggug porduktivitas sih, hiks. Alhamdulillah sekarang udah ga kerja kantoran dan nemu obat yang pas. Tapi minum air masih.

    • Gejala awalnya malah sering ke belakang ya padahal? Tapi cuma dikit gitu ya? Anyang2an kalo bahasa jawa-nya 😁

      Iya akhirnya disiasatin banyak minum. Tp gtu, jatuhnya jadi anyang2an kalo ga gitu sembelit 😦

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s