Aku Hijau

delapan April dua ribu empat belas. Pukul sembilan belas lewat dua menit waktu perbatasan Sidoarjo.

Perkenalkan, aku Hijau. Aku adalah kaos butut yang dimiliki oleh Seilla. Dia sudah memilikiku sejak empat tahun yang lalu. Sangat sering digunakan, itu mengapa warnaku menjadi pupus. Dia menyukaiku. Katanya aku nyaman, tidak menjadikannya gerah dan hal yang paling aku suka, kami berdua cocok, dia selalu cantik saat bersamaku.

Beberapa bulan ini Sheilla lebih sering menggunakan kemeja. Kemeja biru jeansnya, kemeja kotak-kotak coklat atau kemeja merah dengan motif bunga-bunga kecil berwarna abu yang menjadi favoritnya. Aku? Jangan ditanya. Bahkan aku masih di tumpukan baju-baju yang belum dia setrika selama seminggu ini.

Jika ditanya mengapa, aku tak tau pastinya. Mungkin aku sudah jelek. Mungkin aku sudah tak pantas dipakainya. Mungkin dia sadar aku sudah tak membuat dia nyaman. Entah. Yang pasti, aku rindu dikenakannya.  Melekat ditubuhnya yang ramping. Bergerak seirama dengan deru nafasnya. Aroma tubuhnya yang lembut. Aku rindu. Aku rindu.

Apakah aku termasuk orang -salah- benda, yang tidak bisa melupakan masa lalu? Hanya mampu menatapnya dari keranjang cucian ini. Menatapnya setiap hari menggunakan pakaian-pakaian yang bukan aku. Salahkah aku punya cemburu?

Advertisements

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s