Berhenti?

Jalan-jalan ke beberapa “rumah” kawan blogger, bikin saya miris. Liat si A yang sudah mengepakkan sayapnya buat lanjut studi kesini dan kesana. Atau lihat si B yang sekarang uda bukan anak kuliahan lagi, kerjaannya keren, hahaa. Saya jadi lihat diri saya sendiri. Saya, sempet stop bermimpi dan tenggelam di kesibukan semu. Atas alasan ini dan itu, saya berhenti.Jalan di tempat? bukan, benar-benar berhenti. Mimpi-mimpi yang dulu disusun, mungkin sekarang sudah usang dan bahkan saya sudah lupa apa saja yang sudah saya tuliskan.

Saya terlalu terikat oleh norma. Saya merasa terikat oleh kewajiban. Tapi itu tentu bukan alasan untuk berhenti kan? Tuhan selalu tau apa yang terbaik buat saya sehingga tak perlu meninggalkan segala kewajiban dan keterikatan untuk tetap meraih mimpi kan? Atau saya harus merelakan beberapa tali yang mengikat supaya saya bisa sedikit bergerak?

ikatan

Advertisements

10 thoughts on “Berhenti?

  1. halooo Tikaaa…wah ada apa ini sama tulisannya? kayak yang sedih banget. Jangan sedih Tika, kalaupun ada mimpi kita yang udah terlalu usang ataupun ga terwujud, berarti Allah punya rencana lain yang lebih baik. Toh parameter kesuksesan orang ga bisa disamain semua. Yang paling penting kamu harus tau banget apa hal yang paling kamu inginkan dalam hidup *ah aku sok bijaksana*. Semangat teruuus Tika 🙂

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s