Asta – Nirmala

Asta. Nama lelaki yang kutemui siang tadi di kampusku bernama Asta. Salah satu dari sekian handai taulan yang kukenal. Perawakannya tinggi, tak terlalu tampan, rapi dan ciri khasnya, aroma tembakau. Hari ini aku bertemu dengannya secara tak sengaja, di depan halaman kampusku. Hanya bertatap sepersekian detik. Tak ada sapaan. Tak ada senyum. Dia hanya berlalu begitu saja. Dia, dengan seragam biru itu.

“Jadi, Asta sama Nirmala uda punya tiga anak? Serius? Tiga? Kapan mereka nikah? Selepas SMP? Kenapa ga pernah ada kabar tentang itu? Ah ya, oke, ya, oke, hemh. Astaga. Ya, ya, siapa yang nyangka. Hemh ya. Oke. Thanks rumpinya hahaa. Bye.”

Asta Asta Asta. Semenjak pertemuanku dengannya, yang tidak disengaja itu, aku tidak pernah habis pikir tentang dia dan segala macam kehidupannya. Anak orang kaya. Salah asuhan. Orang tuanya meninggal secara berurutan karena berita dia menghamili Nirmala. Di dengan segudang kekayaan harta sekaligus masalah. Hari ini, aku melihatnya, dalam balutan seragam biru. Dia menjadi supir taksi.

“Jangankan supir taksi, dia pernah jadi tukang becak! Waktu Nirmala hamil anaknya yang kedua, aku ga sengaja ngeliat dia di pangkalan becak deket rumah. Waktu aku tanya sama tukang becak langgananku, dia baru aja gabung disana. Bayangin, waktu itu kita SMA kelas 2! Ga berani nyapa lah, aku takut dia minder atau gimana.”

Nirmala Cuma gadis lugu yang baru saja piatu waktu itu. Dia bingung. Dia linglung. Kenikmatan sementara itu merubah cerita hidupnya untuk selamanya. Tiga anak di usia yang belum genap 25 tahun. Dia bahkan belum sempat dewasa untuk mengerti itu semua saat itu, menurutku. Hidup terlalu sia-sia untuk perilaku tak bertanggung jawab seperti itu. Seperti apa kehidupan mereka sekarang? Bagaimana tumbuh kembang anak-anaknya? Apa kabarnya Nirmala yang dulu cantik dan menggemaskan? Masihkah ia ceria seperti dulu?

Nirmala ga mau keluar waktu aku kerumahnya. Sekitar 3 tahun lalu. Sebelum ke Aussie, aku pengen ketemu sahabat-sahabatku dulu. Tapi dia menutup diri. Kayak sama sapa aja, aku ini uda tau item putihnya dia, ngapain pake gitu? Tapi ya sudahlah, ga maksa. Aku tau ini berat buat dia, dari awal.

Advertisements

15 thoughts on “Asta – Nirmala

  1. Eh, aku kenal orang-orangnya nih. Aku udah cerita belom, tetangganya si a-so-called Nirmala itu temen SD-ku dan temen SD-ku dari kecil suka banget sama Nirmala tapi dia patah hati pas Nirmala ternyata udah nikah.
    Inget waktu Asta nembak Nirmala pake cokelat yang muahal banget, di depan kelasku.
    Sayang sekali, terlalu sayang.

    • ahaha kelas berapa kejadian pemberian coklatnya itu Nya? aku cuma inget si Nirmala bawa sekantong guedee isinya boneka pemberiannya Asta yang mau dibalikin pas mereka putus kelas 3 hahaa. Betewe ini tidak sepenuhnya benar loh Nya, ada fiksinya juga 🙂

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s