Surat Terakhir

Songlit Challenge #3

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tidak kau. Tidak dia. Tidak mereka. Tidak dengan hidup kita. Semua hanya berlari mengejar, mengejar untuk menjadi sempurna. Bahkan dalam proses itu, beberapa melupakan  melupakan tujuannya berlari – harfiah kesempurnaan itu sendiri – terlena dengan pengejaran. Tidak ada yang sempurna Banyu. Selalu ada celah. Selalu.

We’re just ordinary people
We don’t know which way to go
Cause we’re ordinary people
Maybe we should take it slow
This time we’ll take it slow
This time we’ll take it slow

Kau boleh berharap hidup bak putri agung, Agni, tentu boleh. Tetapi apakah itu selalu tentang uang? Popularitas? Kecantikan? Apakah selalu? Tidakkah kau lupa dengan tujuan kita di dunia ini? Ini hanya sementara Cantik. Semua yang kau kejar, akan punah seiring dengan berjalannya waktu. Waktu berjalan tanpa peduli akan kau apakan dia. Kau sia-siakan atau pergunakan sebaik mungkin, semua tergantung padamu, pada prioritasmu. Tak inginkah kau mengejar kesempurnaan yang sesungguhnya?

This ain’t a movie no
No fairy tale conclusion all
It gets more confusing everyday
Sometimes it’s heaven sent
Then we head back to hell again
We kiss then we make up on the way

Untuk menjadi yang terbaik, tempaan berulang adalah harus. Untuk menjadi mahir, berlatih adalah wajib. Semua pencapaian adalah akumulasi laku selama ini. Kerja keras ini melukiskan sukses bagimu Aira. Tak usah risau saat kau sedang di titik terendah. Bukankah kau dulu juga memulai semua dari titik yang sama? Titik dimana kau tak mempunyai semua? Ah, you can’t loose what you never had, right? Ini semua memang hanya titipan, jagalah dengan seluruh dayamu.

Take it slow
Maybe we’ll live and learn
Maybe we’ll crash and burn
Maybe you’ll stay maybe you’ll leave, 
maybe you’ll return
Maybe another fight
Maybe we won’t survive
But maybe we’ll grow
We never know baby, you and I

Kau dan mimpimu itu, hiduplah dengannya. Semoga dengan begitu kau bisa bahagia disini dan disana. Kau dengan ambisimu itu, tumbuhlah dengannya, tapi jangan biarkan ia mengambil alih hidupmu. Kau dan seluruh lukisan masa depanmu itu adalah stimulus awal adik-adikmu mengenal apa itu pencapaian. Bumi, kutitipkan mereka padamu. Tetaplah rendah dengan segala ketinggian itu. Tetaplah memeluk berontak mereka dengan cinta. Kutitipkan mereka padamu, Sulung.

We’re just ordinary people
We don’t know which way to go
Cuase we’re ordinary people
Maybe we should take it slow
This time we’ll take it slow
This time we’ll take it slow

Advertisements

8 thoughts on “Surat Terakhir

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s