Jangan Datang

Jangan datang. Ini bukan terminal bis yang bisa kau datangi kapan saja. Bukan tempat transit sementara. Ini hati. Hati rapuh yang dulu kau buat porak poranda.

Jangan datang. Aku bukan base tempatmu kembali seperti saat kau bermain baseball. Tempat yang bisa kau datangi sesuka cepatnya kakimu. Bisa kau injak kapan pun kau punya kesempatan. Ini hati. Hati luka yang lama sembuhnya.

Jangan datang. aku bukan jemuran yang bisa kau gantung sesukamu dan kau angkat kapanpun kau mau. Aku memang kuyup. Kuyup oleh kepedihan yang dulu kau buat. Dan aku tak butuh kasihanmu.

Jangan datang! Hati ini masih porak poranda. Aku bahkan bingung harus menyusun bagian yang mana terlebih dulu. Ia hancur. Bukan tak bersisa, tidak. Tapi rasa sakit itu masih menjalar kemana-mana. Ah, mau kubilang seperti apa pun kau tak akan mengerti. Yang penting jangan datang, jangan datang lagi. Aku tak ingin bertemu. Tak ingin melihat. Tak ingin bermain sinetron dengan tersenyum seakan semua baik-baik saja. Aku tak ingin menampakkan semua kamuflase itu. Jadi, jangan datang!

Advertisements

12 thoughts on “Jangan Datang

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s