Beautiful Mind

Oke, ini adalah judul film yang sukses bikin saya nangis siang ini. Ya, lupakan sejenak skripsi. Saya bener-bener pusing kalau inget skripsi yang sudah membebani saya semakin berat seiring dengan semakin dekatnya deadline. But wait, saya ga mau curhat itu, saya mau cerita tentang film ini.

Film ini based on true story. Ya, ahli matematikawan Prof.John Nash peraih nobel di bidang ekonomi karena teori keseimbangannya ini keren. Secara lingkungan, dia bukan sosok cowok keren yang supel. Dia termasuk kikuk, cuek dan cenderung menarik diri dari keramaian. Sebagai penerima beasiswa doktor di Princeton, dia termasuk mahasiswa yang lari dari aturan, dia ga pernah masuk kelas. Katanya, masuk kelas itu cuma mematikan daya orisinalitas otak aja. Idealis ya?

Penemuan teori baru, jadi pengajar and then this is the girl. Alicia. Cewek agresif yang menjadi salah satu siswanya di kelasnya. Disinilah saya mau bagi kesan tentang beliau. Wanita hebat dengan segala ketegarannya.

compar

Ini adalah gambar dari Google. Bagian kanan adalah Alicia Nash asli, sedangkan kiri, Jennifer Connelly who has a beautiful eyes 😀 Dari film ini, saya mendapatkan kesan bahwa Alicia Nash adalah wanita tegar yang mau bertahan di keadaan yang sulit. Kenapa sulit? Kan John Nash cuma profesor yang ngajar di kampus? Oh tidak. John Nash ternyata adalah penderita skizofrenia. Penyakit jiwa yang membuat penderitanya berimajinasi sehingga terkadang ia susah untuk membedakan kehidupan nyata dan imajinya.

John Nash termasuk nakal karena ga mau minum obat. Ehm, bukan apa sih, beliau ga mau minum obat karena dia kasihan sama istrinya. Obat yang membuat dia berhenti berhalusinasi itu memberikan efek samping yang mempengaruhi kehidupan intim mereka. Alicia yang tersiksa karena harus menanggung semuanya sendiri, anak yang masih balita, suami yang sakit skizofrenia, semua ditelan Alicia seorang diri. Bekerja keras agar hidup tetap berlangsung dengan semua keadaan itu, ah pusingnya skripsi saya jadi ga ada apa-apanya dibanding beban hidupnya 😦 Eh, napa balik ke skripsi lagi?

John yang bertahan dengan tidak meminum obat berusaha keras mengabaikan teman-teman imajinasinya dengan kembali ke kampus walau itu tidak mudah. Alicia dengan kesabarannya terus mendukung John. Mempertahankan John agar tetap selalu di dunia “nyata”. Ya ampun, ini tuh romantis banget! Ga semua orang bisa melewatinya.

Alicia. Berusaha tidak mengasihani dirinya. Dia terbuka tentang John dan penyakitnya kepada teman-teman John walau pada awalnya tidak. Alicia hanya ingin menyelamatkan karir John. Di kehidupan aslinya, mereka sempat bercerai dan 38 tahun kemudian rujuk. Cinta sejati itu pasti kembali 😳 Ah, keren, keren, keren! Saya nangis setiap lihat kuatnya Alicia, tatapan cintanya John, waktu John dapat penghargaan dari orang-orang yang selama ini beliau anggap cuek  (John mendapatkan penghargaan dari sekitar dengan mendapatkan pena sebagai tanda salut dari masing-masing orang tersebut) dan adegan terakhir, pidato John di penerimaan hadiah nobel tahun 1994.

Aku telah membuat penemuan terpenting dalam karirku. Penemuan paling penting dalam hidupku. Hanya ada didalam kemisteriusan persamaan cinta sehingga setiap alasan logis dapat ditemukan. aku semata-mata disini, malam ini, karenamu. Kaulah alasanku. Kaulah, segala alasanku,”

Oke, over all it’s a very good movie. Ini sejajar sama kayak film Gifted Hands. Sekali lagi, ini film keren! Wajib nonton buat penyuka film based on true story yang suka ambil hikmah dari setiap cerita manusia 😉

Jangan menyerah pada kehidupan. Percaya dan semua akan baik-baik saja.

Advertisements

2 thoughts on “Beautiful Mind

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s