Harapan

Pernahkah kalian berharap? Berharap hujan turun saat hati begitu perih. Berharap sebuah pelukan saat tangis membuncah tak tertahan. Berharap sebuah sapaan manis untuk sepucuk semangat di pagi hari. Berharap. Berharap. Dan terus berharap.

hope

Dalam dunia fisika kuatum, ada sebuah nilai yang disebut nilai harap. Dari sekian banyak keadaan, kita dituntut untuk menemukan sebuah partikel, dengan segala probabilitas yang ada. Walau nantinya tidak ditemukan partikel tersebut, tapi kita masih mempunyai nilai harap. Ya, kita masih mempunyai harapan.

Kapan? Dimana? Siapa? Urusan belakang, berharaplah dulu.

Tapi taukah kamu? Ekspetasi akan sebuah harap yang terlalu tinggi, terlebih untuk urusan perasaan, efeknya tidak baik bagi kesehatan jiwa kita. Berharap dia menunggu seperti kita menantinya. Berharap dia datang saat kita membutuhkan pertolongan. Berharap dia mengenggam jemari saat kita rapuh. Ah, lupakan ekspetasi terlalu positif itu! Ketinggian berbanding lurus dengan besar gaya gravitasi. Semakin tinggi kau mengangkasa dengan sejuta pengharapan indah itu, semakin banyak pula tulang yang hancur saat kau tau, itu semua tak sesuai dengan harapmu.

Harapan. Baiknya jangan berharap terlalu besar pada perasaan yang serba tak tentu. Engkau tak tau dan tak berhak menerka sepihak apapun itu, jika itu adalah urusan perasaan.

Advertisements

2 thoughts on “Harapan

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s