Risih

Oh secret admirer
When you’re around the autumn feels like summer
How come you’re always messing up the weather?
Just like you do to me…

Aku tak mengenalnya. Aku juga tidak pernah bertemu dengannya sama sekali. Aku tidak tau, apa alasannya terus mencuri pandang ke arahku seperti itu. Aku sedikit risih. Aku jadi salah tingkah sendiri.

My silly admirer
How come you never send me bouquet of flowers?
It’s whole lot better than disturbing my slumber
If you keep knocking at my door

Jika dia memang ada perlu, kenapa dia tak mendatangiku saja? Jika dia perlu, kenapa dia tak melangkahkan kakinya kesini daripada hanya duduk di pos satpam kampus itu? Pura-pura baca koran, pura-pura pegang ponsel. Ah! Apakah dia tak punya kerjaan? Mengapa dia selalu disana saat aku disini?

Last night in my sleep
I dreamt of you riding on my counting sheep
Oh how you’re always bouncing
Oh you look so annoying!

Aku benar-benar terganggu. Dia macam psikopat saja. Dia sudah cukup mencabik ketenanganku dengan tatapan sepersekian detiknya itu.

Dear handsome admirer
I always think that you’re a very nice fellow
But suddenly you make me feel so mellow
Every time you say hello

Hari ini. Untuk pertama kali. Dia melemparkan senyum kepadaku. Yakin? Bukan kepada ibu dengan tas mahal yang berdiri disampingku? Atau kepada murid SMA yang entah mengapa sudah keluar sekolah pada pagi setengah siang seperti ini? Atau kepada bapak penjual minuman dingin yang sedang menghitung dagangannya? Senyum itu. Semakin mengganggu tenangku walau aku telah menjauh dari tempat itu.

And every time you look at me
I wish you vanish and disappear into the air
How come you keep on smiling?
You look so annoying!

Oke, aku sudah terbiasa. Terbiasa untuk risih. Dia selalu disana. Duduk dengan segala “kesibukannya”. Selalu menunduk jika aku balas menatapnya. Dia menunduk sambil tersenyum. Andai aku Srikandi, sudah kupanah ia dari dulu. Kupanah kakinya yang tak pernah berinisiatif untuk mendatangiku. Kupanah matanya yang terus mencuri pandang ke arahku. Kupanah senyumnya yang membuatku tak bisa berhenti memikirkannya. Menjengkelkan!

My secret admirer
I never thought my heart could be so yearning
Please tell me now why you try to ignore me
Cause I do miss you so

Aku menerima surat itu. Diberikan oleh seorang mahasiswa dari kampus itu. Ternyata orang yang selama ini memandangiku adalah dosen. Muda, single, tampan, tapi tak punya nyali untuk sekedar menyapaku. Huh! Dan sekarang sudah dua minggu sejak datangnya surat itu. Aku masih menunggu angkot di halte yang sama. Di jam sama. Tanpa tatapannya lagi. Lalu apa maksud dari kelakuannya waktu itu? Berminggu-minggu dia bertingkah seperti itu dan sekarang dia menghilang begitu saja. Membiarkan janggal menggelayut di hatiku. Abu-abu.

Advertisements

4 thoughts on “Risih

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s