Si Menyebalkan dan Hujan

Ini bukan dongeng atau cerita kolosal kok. Ini tulisan curhat saya. Buat yang lagi sebel, jangan baca, ntar makin sebel πŸ™„

Jadi saya punya teman, panggil aja SiM-enyebalkan. SiM ini adalah teman seangkatan saya. Di beberapa mata kuliah, saya berada dalam satu kelas yang sama dengan dia. Andai tidak sekelas pun pasti ada salah satu dari kami yang memang tidak mengambil mata kuliah tersebut. Heh, ini bukan jodoh ya!

4 tahun lebih sekian bulan bersama, saya masih rancu dengan tingkat intelegensinya. Saya tidak dapat membedakan apakah dia benar-benar tahu atau hanya sekedar sok tahu. Nah, masalahnya, saya terganggu sekali dengan gaya sok tahunya itu πŸ™„ Kalo pas lagi kuliah nih ya, dia tuh selalu ngomong pelan ga jelas, macam meracau gitu lah. Dia ini cowo dengan timbre yang lumayan berat, jadi annoyed aja lah rasanya. Meracau ga jelas, ga ada yang tanya malah ngomong sendiri, kalo ditanya tentang teori ini atau itu sama dosennya langsung diem, katanya ga tahu jawabannya, tapi kalo pertanyaan di ambil alih sama anak lain dan jawaban itu benar, dia langsung ngomong “aku tadi mau jawab itu, tapi ragu-ragu” atau “oya ya, aku tadi rada lupa” eeerrrrggghhhhhh -______- kamu itu ngapain siiiihhhhhhh ???? Apa salahnya sih mengakui kalo emang ga tau, toh ga ada yang marahin! Apa? Gengsi? Ya belajar! Biar ga cuma alibi doang πŸ™„ Huhh!

By the way, dia ini terkenal di kalangan dosen loh. Kok bisa? Karena sotoynya ya? Oh bukan kok. Kebetulan, mata kuliah yang saya ambil bersama dia itu dosen-dosennya satu bidang minat sama dia, jadi jelaslah dia dikenal, kenal banget tapi ga bisa jawab tiap ditanyain, isshh! Dan dengan bangganya kalo dosen tanya “Loh, mas kok masih kuliah?” Harga dirinya ga bakal terjun bebas kayak saya, enggak. Dia punya stok pede selangit, jadi jawabannya “Iya Bu, saya masih mau bagusin nilai. BANYAK YANG C Bu.” Hemh, sombongnya yang dapet C. Saya yang ngulang gara-gara D aja ga sombong kayak dia -_-

Hari ini, saya kuliah bareng dia. Dan kejadian setiap kuliah sama dia itu kayak kaset aja yang diputar berulang-ulang. Jadi sebelnya itu terakumulasi dengan jumlah yang sama setiap pertemuannya. Alhamdulillah, sebel saya diguyur hujan πŸ˜€ Uda larut pas tadi ujan-ujanan hahaa. Ini hujan pertama saya loh. Sebenernya kampus uda kena ujan tiga kali, tapi saya pas lagi di rumah terus. Di rumah, belum kena ujan sama sekali. Baru hari ini, ujannya rataaa :mrgreen: Alhamdulillah, ga jadi emosi. Ga jadi sebel. Ga jadi bete. Dikasih pendingin hati langsung sama Allah dari langit huhuuii πŸ˜€Β dan sekian postingan ga penting saya, sampai jumpa di lain kesempatan hahaa.

Advertisements

6 thoughts on “Si Menyebalkan dan Hujan

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s