Lunar Benderang

Lihat pijarku malam ini? Tidakkah kau menyukainya? Kebanyakan manusia menyukaiku. Romantis katanya.Tapi mengapa kamu tidak? Mengapa wajahmu selalu berpaling saat aku berpendar? Tak maukah kau menoleh padaku sedikit? Sedikit saja. .

Dulu, kau pernah sangat memujaku. Kau menanti saat-saat dimana aku dapat terlihat begitu benderang di tengah gulitanya langit. Itu dulu, bukan sekarang.

Apa kau mulai mempercayainya? Sinarku semu. Ini bukan milikku. Bukankah dulu kau tak mempermasalahkan hal ini? Lalu, mengapa sekarang?

***

Oke fine. Selesai galaunya yah. Hahaa. Saya selalu tertarik bikin tulisan ketika bulan terlihat benderang sekali dari meja tempat saya belajar ini. Meja saya menghadap jendela langsung, jadi langit yang indah dengan pancaran sinar bulan purnama selalu mampu membuat saya terkesima. Hahaa, entah, mungkin nanti saya akan kasih nama anak saya Lunar karena sukanya saya lihat tuh satelit :mrgreen:

Keinginan saya yang masih belum tercapai, lihat bintang di langit Surabaya. Ah, susah sekali dapet momen itu. Selain karena ramainya polusi cahaya di langit Surabaya, saya juga ga boleh keluar malem sama ibu 😆 wkwk jadilah tak terwujud hingga sekarang.

Anyway, 2 Juli besok saya sidang proposal skripsi loooooh. Doakan saya ya. Doakan saya sukses 😀 Makasih sudah mau mampir, maaf saya belum sempat blogwalking :mrgreen:

Advertisements

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s