Tanpa

Aku tunggu kau disini, jika kau tak datang, aku akan mati.

Ancamanmu itu tidak akan mempan. Mati pun aku takkan sedih.

Sudah 1 jam, kau belum juga datang.

Tak akan datang. Baiknya kau mati sekarang.

Aku akan menunggumu disini, sampai kau datang.

Kenapa tak putus asa? Percuma!

Benarkah aku tak ada dihatimu? Aku menunggumu.

Berhentilah menyia-nyiakan waktu. Matilah, biar aku bahagia dengannya.

Ini sms terakhirku. Aku akan berhenti menunggumu. Aku akan bunuh diri. Aku mencintaimu, Ira. Sangat. Aku hanya ingin kamu bahagia, sesuai dengan yang seharusnya, sesuai dengan kodratnya. Aku mencintaimu.

goodbye

***

Ira kembali dari supermarket. Wenni telah meletakkan ponsel Ira yang tertinggal diatas kulkas. Dia sudah menghapus semua pesan singkat dari Dimas. Yang dia tau sekarang bahwa Ira miliknya, seutuhnya. Wenni tersenyum, perlahan meraih tangan Ira. Mereka pun saling memeluk. Memagut dalam desah. Wenni mencumbu, dari telinga perlahan menuju leher dan bermuara di bibir kecil Ira. Ira hanya mampu pasrah dengan kenikmatan yang ia raih. Tangannya hanya mampu meremas dada Wenni sembari mereka perlahan merebahkan tubuh di sofa itu. Ira hanya tau, rasa ini begitu nikmat. Ira tak tau, Dimas mati karenanya.

Tulisan ini disertakan untuk meramaikan Piclit Challenge Week yang diikuti Ilmi, Septi, Enya, Atut dan pemberi tantangan kali ini, Tutus :mrgreen:

Advertisements

10 thoughts on “Tanpa

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s