Ken

Hanya sekejap, tapi begitu membekas,Β Ken.

Hingga saat ini masih terasa hangat pelukmu.

Bahkan desah nafasmu yang memburu saat kau mencumbuku.

Masih sangat jelas membelai ingatanku.

 

Datang untuk pergi.

Ken.

Meninggalkanku dalam kepedihan.

 

Tak berdosa, Ken.

Kutanggung sendiri semua.

Bukan demi kau, tapi demi Ken.

Photography-mom-your-turn

Kau Ken.Β Lihat.

Aku bisa membesarkan Ken.

Kebanggaanku,

yang membuat kau enyah dari hidupku.

Tulisan ini diikutsertakan dalam A Week Piclit ChallengeΒ yang diikuti oleh Ilmi, Septia, Tutus, Atut dan yang pasti Enya :mrgreen:

Advertisements

22 thoughts on “Ken

  1. Pingback: Monochromacy | Navigasi Kehidupan

  2. Pingback: Jamanku Dan Jamanmu | Navigasi Kehidupan

  3. Pingback: Dunia Lain | Navigasi Kehidupan

  4. Pingback: A Week Piclit Challenge | a little space

  5. Pingback: Petir dan Wajah Anakku | septiadiah's weblog

  6. fiqih maafkan otakku yang memang tak bisa mencerna tulisan setara pizza seperti ini, tapi aku benar2 gak paham 😦 suer samber cakep gak bo’ong 😦

  7. Pingback: Senyumku Yang Terakhir | Navigasi Kehidupan

  8. Pingback: Tuhannya Peon | septiadiah's weblog

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s