Kalau Saya . . . .

Tiba-tiba terfikir, bagaimana jika besok pagi saya ga bangun lagi?

Apa kira-kira ibu tau kalau sebenarnya saya bukan ga mau bangun tepat waktu seperti biasanya, tapi karena memang saya sudah ga bisa bangun lagi? Apa kira-kira Ara tau kalau mbaknya ya selalu tidur disebelahnya itu sudah ga ada nafasnya? Apa bapak sadar kalau saya bukan malas bangun tapi sudah ga ada hak lagi atas jasad yang ada? Apa Dedek sadar kalau pagi itu saya bukan lupa membangunkannya untuk shalat Shubuh, tapi saya memang sudah tidak ada daya untuk itu? Apa Rynda sadar pagi itu saya tidak kuliah bukan karena saya bolos tapi karena saya memang sudah “selesai” kuliah terlebih dahulu?

Siapa yang pertama perasaannya ga enak dan akhirnya sadar? Siapa yang nanti mandiin saya? Siapa yang nanti doain saya? Apa banyak orang yang datang buat shalatin saya? Kira-kira keluarga saya yang lain apa menyempatkan diri buat datang ke rumah buat menghibur ibu saya? Apa teman-teman saya kehilangan? Hmh, sepertinya enggak, saya bukan tipe teman spesial yang berkesan di mata teman-teman, jadi mungkin kehilangannya hanya sebentar, seperti panasnya balsam, hanya sekedarnya saja.

Apa setelah saya dikuburin nanti saya bakal kesepian? Saya takut gelap. Kira-kira berapa lama saya disiksa malaikat Munkar Nakir? Kira-kira siapa yang kehilangan saya? Siapa yang selalu mengingat saya dalam doanya? Siapa yang punya suatu hal yang ingin disampaikan ke saya tapi sampai malam ini belum disampaikan juga?Β Tiba-tiba terfikir hal kayak gini. Jadi takut. Lagi ga bisa shalat pula, jadi makin ga enak hati.

Advertisements

21 thoughts on “Kalau Saya . . . .

  1. kemungkinan untuk besok mati sekitar 50%. bisa mati bisa tidak. kemungkinan manusia mati itu 100%. ibu saya setiap hari selalu bilang sama saya kalau besok dia mati gimana. well, mungkin niatnya supaya anak2nya bisa lebih ngehargain dan ngemanfaatin waktu sebaik2nya selama masi idup…

  2. paling ngeri kl mbaca tulisan kayak ginian, krn th 2004 yll aku membaca tulisan kayak gini di puisi seorang sahabat dunia mayaku, dan trnyata itu adalah tulisan trakhir beliau 😦 😦 😦

    in memoriam pak metra πŸ˜₯

  3. “Kira-kira berapa lama saya disiksa malaikat Munkar Nakir?” kadang2 ini juga terpikir sama saya. gapapa tiara, kematian adalah keberhasilan yang tertunda. Hloh. hehe. kidding. perenungan yang bagus. semoga jadi dorongan buat beribadah lebih banyak lagi.

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s