Galau itu . .

Akhir-akhir ini saya suka sering banget dikatain galau sama temen-temen. Entah karena suka nulis sajak-sajak ga jelas, atau karena suka retweet hal-hal tentang seperti itu, pokoknya banyak banget deh yang ngatain saya galau. Ya, saya harusnya berbangga hati karena ternyata banyak yang perhatian sama saya :mrgreen: Jadi terharu šŸ˜³

Jadi inget sama kata-katanya Mas DanniĀ ,” masa galau itu dinikmati aja, dihabisin sampai bener-bener habis terus lupain deh apa-apa yang uda lalu buat menyongsong masa depan yang lebih cerah šŸ˜€ ” Sippp! Saya setuju hohoo. Masa galau itu dinikmati aja soalnya sesuatu itu jika dihindari secara paksa justru akan mengakar dan semakin susah hilangnya. Jadi mending dinikmati aja, diresapi. Kalau sudah selesai galaunya, baru deh move on.Ā Soalnya dengan menikmatinya, seenggak-enggaknya itu kan tanda kita ikhlas merasakannya sesakit apapun itu. Anggap aja Allah lagi memberi kita nikmatnya kehidupan dalam versi seperti itu. Manusia kan kalau dikasih enak terus biasanya lupa, makanya dikasih sakit biar inget šŸ˜†

Sudah ah, saya lagi males nulis panjang, saya juga lagi ga mood debat dengan siapa pun, saya lagi ga pengen nanggepin hal-hal yang ga penting, intinya saya mau nonton film aja di laptop. Oya, ngomongin laptop, kambuh lagi nih laptop, ckck šŸ™„ kayaknya perlu dibawa hari Senin besok sekalian masuk kuliah. Ya sudah, terima kasih semua, terima kasih Surabaya, terima kasih Indonesia, terima kasih dunia, selamat malam šŸ™‚

 

 

 

Advertisements

39 thoughts on “Galau itu . .

  1. WUIDIH! Lagi galai nih! selamat menimati aja dah!. Kaykny semua orang pernah galau, nggak apa-apa kok! asal g berlarut-larut aj..
    keep fight! GUTS!

  2. Selamat menikmati galaunya ya mbak..
    Apapun yang terjadi, selama hal itu dinikmati, jadinya enak kok. Dan gak berat-berat amat untuk dijalani.

    Jadi intinya beneran galau nih? *ehh

  3. Malah terkadang galau itu diperlukan kalau menurut ane, karena saat galau itulah saat terbaik untuk kita mengenal diri sendiri, di saat-saat seperti inilah biasanya “pembicaraan dengan diri sendiri” terjadi.

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s