Hatiku di Amputasi

Akhir-akhir ini aku memang sering menguras air mataku. Sangking cengengnya, hanya karena tersandung batu aku akan menangis. Padahal alasanku menangis bukan sakit yang kurasa pada kakiku, lebih pada hatiku. Entah aku sakit hati karena apa. Sebenarnya hanya goresan kecil dulunya. Tapi aku biarkan karena aku berusaha tak merasakannya. Hingga luka itu tak kunjung kering karena terus menerus meneneteskan darah yang tak pernah berhenti hingga luka itu pun mengeluatkan cairan putih yang kental dengan bau amis yang sangat busuk. Jika ini organ yang tampak oleh mata, misal kaki, mungkin ini butuh di amputasi. Tapi hatiku hanya satu. Jika ini di amputasi, bagaimana aku nanti?

Advertisements

49 thoughts on “Hatiku di Amputasi

  1. dulu saya pernah nangis selalu karena dijaili teman. tapi, sekarang gak lagi.
    😀 saya bisa bagi hati saya jika hati Tiara harus di amputasi. hati saya gak pernah sakit ataupun terluka. #dulu pernah sekarang enggak

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s