Saat Bersama Beata

beberapa waktu terakhir, beberapa kejadian yang mewarnai perjalanan saya dan Beata sehari-hari dari kampus ke rumah atau sebaliknya. kejadian ini membuat saya dalam perasaan gado-gado. hehee. hiperbola ya :mrgreen: ? tapi memang itu yang saya rasakan. dan ini beberapa kejadian yang saya ingat ๐Ÿ˜€

  1. seorang siswa SMA yang sedang berjalan di trotoar mengambil ponsel dari kantong celana abu-abunya dan tanpa disadari ia menjatuhkan uang sebesar Rp.100.000,00. mau menepi sebenarnya, tapi saya sedang terjepit ditengah kemacetan. ada dua polisi yang berada di dekatnya, tapi mereka tak menyadarinya. anak itu terus berjalan menjauh tanpa menyadari uang itu telah lolos dari sakunya. akhirnya saya putuskan untuk putar balik, berharap bisa mengejarnya untuk mengembalikan uang itu. tapi setibanya di tempat itu, uang telah lenyap. ya iyalah! putar balik yang cukup jauh sangat memungkinkan siapa saja mengambilnya. karena tidak berhasil menemukan uang itu, saya memacu motor saya ke arah kampus, seperti tujuan awal saya. saya menangis. takut jika uang itu ternyata digunakan untuk membayar SPP mengingat saat itu dekat dengan masa UAS. saya menangis memikirkan bagaimana jika orang tuanya telah setengah mati mendapatkan uang itu, sedangkan anak itu tak sengaja menjatuhkannya. saya menangis menyalahkan diri saya sendiri, kenapa saya tak langsung menepi, walau agak jauh, pastilah terkejar, tak perlu putar balik segala. ah, saat itu saya benar-benar menangis karena seluruh perasaan yang bercampur aduk.
  2. pengamen kecil itu beranjak dari tempatnya berdiri sambil tertatih. dia berjalan sembari memegang kaki kanannya. saat terduduk di trotoar, dari wajahnya yang penuh debu itu tampak bekas aliran air mata yang telah mengering di pipinya. dia memijat kaki kanannya sendiri, kemudian ia mengelus lutut kanannya yang tampak baik-baik saja. iya meringis seperti menahan sakit. semua saya lihat saat traffic light beranjak dari merah menjadi hijau. sangat singkat. hingga (lagi-lagi) saya menangis. bisa apa saya melihat penderitaan anak sekecil itu? hanya bisa menangis. karena mau menolong pun sepertinya malah menyiksanya. saya teringat bagaimana televisi memberitaan bahwa pengamen-pengamen kecil itu ada Big Bos-nya. saya takut, sebal, marah, miris, kasihan, ah entahlah, ujung-ujungnya saya juga tak melakukan apa-apa!
  3. saat itu harus terhenti, karena ada kereta api yang akan melintas. sembari menunggu di depan palang pintu KA, seorang bapak lengkap dengan anak istrinya menatap saya dari spion sepeda motornya. jelas saya merasa! lalu saya balik pelototin dengan menatap spionnya. tau apa yang dia lakukan? dia menjulur-julurkan lidahnya!! iuhhh >_< jijikkk!! apa maksudnya coba? ada pikiran iseng sebenarnya. saya jawil istrinya, lalu saya teriak “TANTE TANTE, ITU SUAMINYA KENA RABIES! MASA MELET-MELETIN SAYA DARI SPION!!!” tapi saya nanti dikira mengada-ada, dianggap menjadi pihak ketiga dari rumah tangga mereka dan menyebabkan pertengkaran , baiknya saya diam saja ๐Ÿ˜ . lalu saat palang pintu terbuka, saya langsung memacu Beata menjauh darinya. jauh deh jauhhh.
  4. saat itu saya berada pada kecepatan 50km/jam, lalu sebuah motor mendekati saya. saya pacu lebih kencang lagi dan dia berhasil berada sejajar dengan saya lagi. lalu saya menoleh, ternyata itu Penjual Roti ๐Ÿ˜€ Penjual Roti itu berusaha terus berada di samping saya, seakan memang iseng menggoda. saya pacu lagi hingga menjadi 70km/jam. selama beberapa detik dia tak kunjung menyusul. saya lihat dari spion ternyata Penjual Roti itu memasang lampu sein ke arah kiri, dia lalu mengklakson saya sambil melambaikan tangannya ๐Ÿ˜† Penjual Roti yang genit ๐Ÿ˜€
Advertisements

24 thoughts on “Saat Bersama Beata

  1. Pingback: Ikutan Bicara Passion | ekoeriyanah

  2. MBAK TIARA hatinya lembut ya – lain kali langsung menepi ya mbak jadi gak setengah setengah ^^… sudah jangan menangis #tepok-tepok-bahu

    oalahhhhh mbak bisa sampai 70km #tepok-jidah lah wong aku aja palingan 50km itu max maklum motor tua hohohoho

    salam kenal BEATA dari BOLANG ^^

    • saya malah ngerasa alay, sok kayak sinetron >_<

      saya kalau jalan pelan malah ngantuk, sering ketiduran sambil nyetir soalnya :mrgreen:

      wah namanya Bolang yaa? sering diajak jalan-jalan berarti :p

  3. peristiwa satu. walau tidak bisa menolongnya, pasti Allah akan menolongnya.
    peristiwa dua. nanti jika saya mempunyai kemampuan pasti bakalan saya brantas bos besar anak anak jalanan.
    peristiwa tiga dan empat. mungkin sudah resiko mbak jadi orang cantik.
    Saya gak genit lo mbak, buktinya saya sampai sekarang belum punya pacar. padahal cewek suka lo dekat dengan saya. hanya saja gak bakat respon balik. hiks hiks guling guling isap jempol.

      • Udah di coba mbak. Ujung ujungnya saya ilpil bahkan salting lebih parahnya lagi keringetan saat lama lama dekat cewek. Tapi saya senang dengar kata kata bahwa jodoh itu tidak akan ke mana mana, walaupun tidak tahu dari mana sumber kata itu. Setidak nya saya punya harapan (lebay amat saya, baru nyadar)

  4. Subhanallah, masih ada yang sampai menangis dengan kejadian no.1-2, setidaknya Niatmu sudah dicatat, Fiqih… ๐Ÿ™‚

    Selebihnya, ketawa ketawa sajalah, ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s