Belum Siap #2

aku berjalan sambil menundukkan kepalaku. pantaskah aku berdoa untuk hal seperti ini? berdoa agar aku diberi keyakinan untuk melakukannya? aku melangkahkan kakiku teramat pelan. sangat pelan sekali. aku memantapkan hatiku. kuyakinkan diriku sendiri agar aku berani melakukannya. kudongakkan kepalaku. aku melihatnya tengah menatapku, lalu ia tersenyum. aku semakin mendekatinya, jarak antara aku dengannya semakin sempit. lalu aku memilih untuk menempatkan tubuhku disisinya. jantungku semakin berdebar, apalagi saat ia menyentuh tanganku, jantung ini semakin tak tenang. aku sangat gugup, aku tak siap melakukannya.

dia : jangan takut, aku akan menjagamu

aku : menjaga? supaya?

dia : supaya kamu ga tenggelam lah. hahaa, ini hanya kolam renang biasa. aku setiap tiga hari sekali berenang disini jadi aku sudah hafal bagian mana yang dangkal dan bagian mana yang dalam. cepatlah sedikit, aku sudah kedinginan duduk di pinggir kolam ini sedari tadi menunggumu yang penuh keraguan

aku : iya nona cerewet! kau tau sejak kecil aku selalu menghindar dari air sebanyak ini. aku lebih memilih bermain-main dengan wall climbing daripada harus bersusah payah dalam air bervolume tinggi seperti ini.  jika bukan karena ujian Olahraga aku tak akan repot-repot belajar berenang seperti ini!

dia lalu tertawa terbahak-bahak. selalu seperti itu. kakak yang menyebalkan! kalau sudah begini, di mataku dia adalah seorang nenek sihir penguasa kubangan yang sudah tak sabar ingin mencelupkanku dengan penuh keganasan. sentuhan tangannya kali ini berubah menjadi cengkraman. dia mengenggam tanganku begitu erat dan kemudian menarikku, semakin mendekatkanku pada sekumpulan air itu.

aku : tak bisakah kau sedikit lembut?

dia : hahaaa, sudahlah, kau seperti tuan putri saja. aku sudah tak sabar untuk berenang karena berada di udara bebas ini jauh lebih dingin dibandingkan saat sudah berada dalam air. jika kamu ingin terus ada di pinggir kolam renang dan kehilangan kesempatan untuk belajar renang, terserah, waktumu hanya 3 hari sebelum ujian

aku : iya iya iya. menyebalkan sekali.

dia melepaskan cengkramannya lalu menuruni tangga dan masuk ke dalam air itu. semakin masuk ke dalam hingga tubuhnya pun sekarang hanya tampak dari pinggul ke atas. dia mencoba meraih kakiku sambil tertawa supaya aku mau mengikutinya. dia sebenarnya tidak terlalu jahat, hanya saja sifat jahilnya itu yang membuatku kerap kesal padanya. dan kali ini, saat ujian Olahraga menuntutku agar bisa lulus ujian renang, siapa lagi yang bisa kumintai pertolongan selain kakak tercintaku, sang atlet jawara renang tingkat nasional. aku? aku tidak tertarik dengan air! aku lebih suka panjat tebing yang memacu adrenalinku.

dia : pelan-pelan saja, air tidak akan menyakitimu.

aku : tapi menenggelamkanku.

dia : hahahaa, tidak akan. minimal kau bisa mengapung hari ini. ayo adikku yang keras kepala.

aku : sebentar

aku memejamkan mataku. aku berdoa. pantaskah aku berdoa meminta agar air itu tidak jahat kepadaku? pantaskah aku berdoa supaya aku langsung bisa berenang minimal gaya bebas dalam sehari? Tuhan pasti akan marah karena aku meminta hasil yang instan padahal aku sudah mensia-siakan waktu dua minggu hingga tersisa tiga hari sebelum ujian. maafkan aku Tuhan, aku harap Engkau mau meminta air supaya tak menyakitiku, kumohon Tuhan

aku : aku siap

dia : nah gitu dong, ayo sini sini, come to Mama honey.

aku : oke, sekarang aku sudah di dalam air dan berada di sampingmu, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?

dia : ehm, pertama-tama, kita akan, ehmm

aku : apa?

dia : kita akan tunda tutorial ini, tiba-tiba aku sakit perut. tunggulah didalam air supaya tubuhmu mampu beradaptasi dengan suhu air selama aku memenuhi panggilan alam ini ya (ujarnya sambil menepi)

aku : kakaaaaakkkkkkk!!!!! menyebalkan !

dan dia hanya tertawa terbahak-bahak sambil menuju kamar mandi. itu mengapa aku ragu. dia selalu menjebakku! dia memaksaku masuk ke dalam air dan setelah aku melakukan apa yang dia minta, dia meninggalkanku dengan sejuta alasan. menyebalkan!

Advertisements

36 thoughts on “Belum Siap #2

  1. hadeh…. untung ada cerita lanjutanya kalau gak wah wah… ngeres terus pikiran para pembaca..

    salut membuat para pembaca penasaran..

    ngomong ngomong Tiar,,,,renangnya udah bisa belum ?. ada yang gampang gayanya, gaya batu hehe (canda)..

  2. WOW!!!
    saya cara memainkan ceritanya keren
    saya berfikir kemana dan certianaya kemana
    salut 🙂

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s