Spidol Melayang

Assalamualaykum 🙂

apa kabar kawan blogger hari ini? semoga hari ini hari baik ya 🙂

saya mau cerita nih. insiden pelemparan spidol ke kepala saya. haha. kok bisa? bisa dong. yang lempar dosen lagi. serem kan? hehe, jadi gini ceritanya. berangkat ke kampus hari ini sebenarnya bukan awal yang bagus, karena saya merasa akan kedatangan tamu bulanan. tanda-tanda itu sudah saya rasakan sejak beberapa hari yang lalu, tapi hari ini rasanya tanda itu semakin terasa jelas. saya tetap kekeuh berangkat ke kampus karena hari ini ada praktikum yang menuntut kehadiran 100% walau ibu telah melarang saya untuk berangkat ke kampus. selain karena jaraknya yang jauh dengan kondisi tubuh yang sedang tidak fit, ditambah keekstriman saya kalau lagi nyeri datang bulan. saya itu tiap datang bulan, dari dulu sampai sekarang selalu horor. gimana enggak. saya itu kalau sudah kesakitan seperti orang sakau, keringat dingin yang membuat pakaian saya basah kuyup ditambah muka saya yang pucat pasi bak pemakai narkoba yang butuh asupan narkoba secepatnya. kalau dulu saya selalu meminum obat supaya meringankan rasa sakit saya, tapi sudah empat tahun saya berhenti mengonsumsinya, kabar burungnya sih obat itu bisa bikin rahim kering dan akhirnya mandul, saya pun takut ketergantungan sehingga memutuskan untuk berhenti saja. hari ini, karena keterpaksaan, saya putuskan untuk meminum obat itu, daripada saya sakau di kampus, kan ga lucu 😳

sesampainya saya di kampus, keringat tak henti-hentinya menetes. ditambah suhu ruangan kelas yang sangat dingin (menurut saya) menjadikan saya semakin kedinginan. ada salah satu teman saya menanyakan mengapa saya terlihat berantakan hari ini, saya menjawabnya singkat sambil tersenyum sekenanya, sakit datang bulan. pelajaran pertama siang itu terlewati dengan 55% materi dapat diserap, itu pun penyerapan tak sempurna. berlanjut ke praktikum. laboratorium ini untunglah tidak sedingin biasanya jadi saya tidak terlalu tersiksa seperti saat di kelas sebelumnya. praktikum ini masih pengantar, dan ada dua dosen yang menerangkan. saya sebenarnya sudah memilih duduk di depan tapi agak jauh dari tempat duduk dosen, tapi ternyata, dosen pertama memilih duduk tepat di depan saya sehingga untuk selanjutnya, dosen kedua pun akan duduk di tempat yang sama. karena saya tau di kelas sebelumnya tidak bisa berkonsentrasi secara maksimal, akhirnya saya keluarkan hape saya. saya rekam seluruh penjelasan dari dosen pertama itu. saya mencatat ala kadarnya saja karena energi saya untuk menulis terbatas, ditambah rasa sakit yang tiba-tiba datang lagi saat dosen pertama menjelaskan materi kedua. saya cuma bisa diam, tidak mungkin minum obat lagi karena saya baru meminumnya dua jam yang lalu. saya hanya bisa menikmati rasa sakit sambil terus menulis.

dua materi tersampaikan, materi terakhir disampaikan oleh dosen kedua. saya tak terlalu kenal dengan dosen ini karena memang belum pernah mengikuti kelas beliau. berbeda dengan dosen pertama yang sudah saya kenal sejak semester satu karena beliau merupakan dosen wali saya. dosen kedua ini juga suaranya saya rekam, dan saya tetap seperti tadi, menunduk sambil mencatat sekenanya. sampailah pada saat beliau bertanya “apakah interferensi itu?”. pertanyaan itu menguap begitu saja karena saya malas mengobrak-abrik ingatan saya tentang pengertian itu. otak saya dipenuhi perintah untuk merasa sakit, bukan mencari jawaban atas pertanyaan dari dosen itu. lalu dosen itu berkata “hei mbak, yang di depan saya, apa interferensi?” . aduh salah orang, saya sedang tidak mood , batin saya. “saya ga tau Pak” jawaban bodoh yang tidak membuat tatapan bapak itu berpindah dari saya. “ehm, saya lupa Pak” jawaban bodoh yang saya ganti kemasannya tapi tetap membuat bapak itu menatap saya. aduuh tolonglah Pak, saya benar-benar tidak tau, otak saya ini lagi kosong! “interferensi itu temennya difraksi Pak, kalau difraksi saya ingat, kalau interferensi saya lupa” dan plaaakkk!! sebuah spidol melayang ke arah kepala saya. sakit? oh tidak kena. karena setelah saya menyelesaikan kalimat saya, saya langsung tertunduk menatap catatan seperti apa yang saya lakukan sebelumnya. saya langsung menatap bapak itu lalu beliau berkata “saya kalau bercanda ya bercanda, serius ya serius! jangan bercanda saat saya tanya hal serius!” hormon saya bergejolak, saya sudah tidak mood untuk melakukan apapun selain menulis catatan, “saya memang ga tau Pak, saya ga bercanda.” jawab saya sekenanya. terserah mau dikatain bodoh, mau dikatain mahasiswi fisika gadungan, terserah. bahkan andai beliau saat itu bertanya pada saya bagaimana proses membuat mie instan, saya juga akan menjawab tidak tau!

suasana langsung semakin dingin, dingin yang saya rasakan oleh tubuh saya karena menahan sakit, dan dingin karena teman-teman kaget atas perlakuan dosen saya tersebut. saya tak ambil pusing, saya kembali menulis, menulis apa yang yang sekiranya bisa saya tulis. sampai akhirnya setelah menjelaskan ngalor ngidul, beliau menatap saya sambil berkata “jangan cemberut”. hah? siapa yang cemberut? sudah setting-an wajah saya mungkin, atau karena saya sedang menahan rasa sakit yang begitu menyiksa hingga terkesan demikian. langsung saya jawab “saya sakit datang bulan! ga cemberut!” lalu salah seorang teman saya pun ikut menyahut “lagi sakit itu Pak” dan beliau kembali menerangkan materi. tak beberapa lama, “maaf ya mbak, jangan nangis” hah? nangis? muka saya terlihat seperti ingin menangis? tidak kok. saya hanya menjawab dengan senyum. entah karena senyum saya terlihat tak ikhlas, beliau meminta maaf lagi saat materi praktikum sudah selesai disampaikan, dan saya menjawab “iya” sekenanya.

waktu perjalanan pulang, saya yang sudah kedinginan sedari tadi hanya berfikir satu, saya harus menulis ini di blog. biar ada kenangannya jadi mahasiswi. hehee :mrgreen:

Advertisements

53 thoughts on “Spidol Melayang

  1. Lagi wara-wiri di dunia maya eh malah terdampar kesini jadi sekalian di baca deh ceritanya, lumayan seru ya he..he.. oya salam kenal dari sianak desa 😀

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s