Pertanyaanku tentang Allah

Assalamualaykum πŸ™‚

apa kabar kawan blogger hari ini? baik? sakit? galau? bagaimanapun keadaannya hari ini yang pasti berada di dunia maya ini pasti sedikit banyak memberikan atmosfer tersendiri untuk membuat suasana hati menjadi lebih baik #curcol :mrgreen:

hari ini saya, ibu dan adek perempuan saya melangkahkan ke tempat yang jarang dikunjungi ibu saya padahal itu adalah tempat favorit saya. apakah itu? Toko Buku πŸ˜€ iya, ibu saya, seperti kebanyakan ibu-ibu, kalau ke mall pasti yang dicari baju, sepatu, kerudung, tas, dkk. tapi hari ini entah mengapa ibu saya dengan senyum merekah mengajak saya dan adek saya untuk ke toko buku. begitu masuk, saya langsung menyambar buku-buku yang ada, bukan dibeli, melainkan dibaca beberapa kata yang terletak di sampul belakang buku πŸ˜€ biasa, saya lebih sering melakukan itu daripada membelinya πŸ˜†

pertama saya mengunjungi petak yang bertuliskan “Best Seller”Β . setelah melihat-lihat beberapa buku, saya lanjut ke bagian psikologi. Ibu saya? masih berada di dekat pintu masuk. ngadem? oh bukan πŸ˜€ melihat-lihat buku untuk UNAS SMP. loh ibu saya mau UNAS? bukan ibu, tapi adek saya yang laki-laki, tapi yang belajar sih ibu saya πŸ˜† . setelah membolak-balik beberapa buku, saya lanjut ke bagian novel. ah, saya tertarik dengan satu buku yang sudah saya incar beberapa waktu lalu. karya Tere-Liye yang judulnya “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”Β (nanti akan saya bahas mengenai buku ini di postingan yang lain πŸ˜‰ ). tanpa pikir panjang saya ambil buku itu, lumayan ada bacaan untuk sore ini, batin saya. lalu setelah mendapatkan buku itu, saya sudah malas untuk melihat-lihat lagi. bukan malas, tapi takut kepingin lihat buku menarik lainnya. jadi saya menahan diri dengan cara langsung mengunjungi ibu saya yang sekarang sedang berada di bagian agama.

saya lihat beberapa buku bagus karya Pak Agus Mustofa. dulu awal masuk kuliah saya sempat membaca salah satu bukunya tapi belum selesai. dan tadi, saya tertarik untuk melihat isi buku beliau yang berjudul “Ternyata Adam Dilahirkan” wah keren nih!Β kata saya dalam hati. karena buku ini tak berplastik, saya baca buku ini sekilas. dari buku ini saya tertarik dengan sub babnya yang mengatakan “mengapa Allah menyebut diriNya Kami atau Aku?” . ini Β adalah hal yang selalu saya pertanyakan selama ini jika sedang membaca Qur’an terjemahan. sempat saya tanyakan ke beberapa orang tapi saya mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan. lalu saya lanjutkan membaca buku teresebut.

dijelaskan di buku itu, bahwa Allah adalah dzat yang kita tak pernah tahu kemahaan dan kebesarannya karena memang kita tak diberi kemampuan untuk membayangkannya. karena besarnya Allah melebihi segalanya seperti seluruh alam semesta, bumi beserta isinya yang telah dijelaskan dalam Qur’an bahwa itu semua berada hanya dalam genggamanNya, sehingga pemakaian kata Kami, Aku,Kita, Mereka atau kata ganti apapun yang ada itu tidak berarti apapun. karena Allah meliputi segalanya. meliputi semuanya. bahkan jika ada yang bertanya dimana Allah, maka jawabannya adalah dimana-mana. karena Allah Maha Besar, Dia lah penguasa jagad raya, dan kita tak lebih besar dari partikel yang berukuran mikro dihadapanNya.

penjelasannya sangat memuaskan, dan pertanyaan yang selalu menghantui saya selama bertahun-tahun terjawab sudah. saat saya shalat Ashar, saya mengucap terima kasih kepada Allah karena mengizinkan saya untuk mengetahui ilmu yang melegakan dahaga saya akan satu pertanyaan itu. terima kasih Allah, terima kasih untuk hari ini πŸ™‚

semoga postingan kali ini menjawab pertanyaan kawan blogger yang memiliki pertanyaan yang serupa dengan saya. akhir kata, barakallah untuk kita semua πŸ™‚

Advertisements

13 thoughts on “Pertanyaanku tentang Allah

  1. kenapa Allah SWT Memakai kata kata aku atau kami,

    jika kata AKU maka ALLAH sendirilah yang berperan dalam perkara tersebut.
    namun jika Kata KAMI maka Allah menyertakan mahkluk lainnya karena dalam penciptaan adam Allah Sendiri yang membuat tapi dalam Penciptaan manusia ada campur tangan manusia, malaikat danl lainnya – bahkan tata bahasa yang baik dan benar terdapat dalam AL Quran ( keajaiba Al Quran )

    Allah Ada Dimana – Sesungguhnya Allah Ada DiAtas ( tiada pertentangan disana ), Dan makna ada dimana mana adalah tidak ada tempat yang luput dari pandangannya, itu adalah makna ALLAH maha Esa – kalau ALLAH ada dimana mana ada banyak dung bukan ESA lagi d(^o^) Wallahualam

    hehehehe – itu saya dapat dari ceramah ceramah yang saya sering dengerkan d(^o^”)

    Mohon maaf jika ada kesalahan, Terima kasih mbak tiara /(^o^”)
    barakallah

  2. Pingback: Untitled « Gandi Rizal

  3. yang pernah aku denger, sebutan Kami itu ditulis karena Allah sering bekerja bersama para Malaikat. tapi kalo kerjaannya dilakukan sendiri oleh Allah, maka sebutannya “Aku”. kayaknya bukunya menarik… tere liye..belum jadi2 beli salah satu novelnya. πŸ˜•

    • Wah makasih tambahan ilmunya πŸ˜€

      smua buku tere-liye yg sudah sya bca itu sllu brhasil buat sya nangis. Mulai dari ‘moga Bunda disayang Allah’ jman SMA smp yg ‘daun. . .’ itu hehe

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s