Malam

Malam . .

dekap aku dalam kelammu

rengkuh aku dengan dinginmu

 

terasa di ujung asa

tak tau ingin merasa apa

mati , seiring berlalunya waktu

 

Malam . .

aku ingin menangis !

menangis sekencang mungkin !

aku lelah dengan ini !

tapi mengapa kau begitu senyap ?

padahal ku tak ingin mereka tau

 

Malam . .

tak bisakah kau selimutiku dengan gelapmu ?

tak bisakah kau sembunyikanku ?

aku ingin tenggelam dan menghindar

menjauh dari kenyataan yang merenggut damaiku

merampas tenangku

 

Malam . .

peluk aku dengan gulitamu

aku ingin istirahat sejenak

hanya sejenak , aku janji

setelah itu akan kuselesaikan

semua kekacauan ini dengan lapang dada

asalkan kau culik aku saat ini , sekarang Malam !

sekarang !

Advertisements

22 thoughts on “Malam

  1. jangan takut mati
    Jangan ingin mati
    Jagan cari mati
    Tp…..
    Bagaimana kita memepersipkan kematian

    Turut beduka ..moga amal ibadahnya diterima di sisi-NYA …AMIN..

  2. Pingback: The Super Eleven « Gandi Rizal

  3. seandainya (malam) itu saya, pasti sudah di kabulkan keingan sang putri hehehe
    maaf becanda…
    salam kenal dan tak lupa makasi kunjunganya di blog basazan saya..

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s