Dear Allah #1

Yang penting sudah berusaha keras . jangan menghela nafas terus , saat down kayak gini karena merasa semua usahamu seakan sia-sia dan ga ada artinya , ingat lagi apa tujuanmu disini , ingat lagi orang-orang yang benar-benar berarti buat kamu yang nunggu kamu berhasil mencapai semua cita-cita kamu . ayo semangat , katanya cewe kuat ?

iya , itu ucapan sahabat saya saat tadi saya bercerita bahwa hasil UAS Fisika Kuantum sudah bisa dilihat di depan Lab Teori . Bisa dilihat nilainya dan bisa dilihat siapa saja yang nilainya kurang sehingga harus remidi . Kuantum ? iya Kuantum . ujian yang saya jadikan postingan beberapa hari lalu , yang soal ujiannya di posting sama Ilmiย . yang berhasil membuat 100 menit terasa mencekam bagaikan dikelilingi dementor yang berhasrat menyerap semua ingatan kami akan rumus-rumus yang sudah dipelajari . iya Kuantum lah yang membuat saya untuk pertama kali berhasil menghabiskan 2 kertas folio bergaris full tanpa sisa . ujian yang saya lakukan dengan sepenuh hati , tapi saya tak yakin saya mengerjakannya dengan maksimal . apakah saya akan remidi ? ah andai memang remidi , lebih baik saya remidi 100 menit lagi daripada harus mengulang matkul 4 sks ini di tahun depan . sudah cukup dengan mengulang . banyak matkul yang harus saya ulang dan saya tak mau memperpanjang daftar itu ๐Ÿ˜ฆ

ya Allah , perubahanku untuk lebih berusaha sejak semester 3 apakah masih kurang ? apakah dosa-dosa yang ku lakukan itu yang menghambatku supaya bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan usahaku ? ataukah aku kurang berkerja keras ? apakah aku terlalu banyak mengeluh ? apakah memang itu hasil yang pantas aku dapatkan ?

ya Allah , kurangkah tirakatku ? inikah hasil yang pantas kudapatkan ? kalau begini terus , bukan hanya namaku yang tercoreng , mereka , yang meletakkan sejuta harapnya padaku pun ikut menangis . sepadankah ini dengan pengorbananku ?

ya Allah , apa mungkin Engkau marah karena aku melupakanMu dalam senangku ? apa aku terlarut dalam duniawi hingga begitu murkanya Engkau , hingga segala yang ku lakukan ini , kurasa hanyalah sia-sia .

semua indah pada waktunya atau Allah selalu memberikan kemudahan dibalik kesulitan yang kau rasa atau pernyataanย Allah tidak memberikan apa yang kau minta , tapi apa yang kau butuhkan .ย begitu banyak kata-kata mutiara yang memojokkanku karena aku tak ikhlas menjalani ini semua . begitu banyak pernyataan yang menyudutkanku ! ya aku kurang bersyukur atas nikmatMu . ya aku tak ikhlas atas semua pengorbanan yang telah ku lakukan . pendosa yang hanya menuntut kepada Penciptanya tanpa pernah berterima kasih .

ya Allah ampuni aku . tak ada apa-apanya aku . mahluk macam apa aku ini ? hanya zarah yang selalu bertingkah laku seenaknya sendiri dengan aturannya sendiri tanpa memperdulikan yang lain . egois yang bisa hanya menuntut dan menuntut . apa hakku berkoar-koar akan hal yang ku anggap tak adil di hidupku saat ini padahal aku tak tau apa yang akan terjadi di masa depan !?

ah , konflik batin ini kembali membuncah dalam benakku . meletup-letup argumen pro dan kontra antara diriku dan diriku .ย ya Allah , apa yang harus ku lakukan jika kali ini hasilnya tidak seperti yang kuharapkan lagi ? apa yang harus kulakukan ? apa yang harus kukatakan pada kedua orang tuaku ? bagaimana pertanggungjawabanku kepada mereka yang meletakkan sejuta harapnya di pundakku ? harus bagaimana ya Allah . .

Advertisements

14 thoughts on “Dear Allah #1

  1. Saya tidak tahu harus bilang apa, secara saya tidak memahami bidang keilmuan yang teeyara jalani. Tapi yang jelas, saya hanya bisa mendoakan semoga teeyara diberikan kemudahan dan kelimpahan ilmu yang bermanfaat dan penuh berkah

  2. Semangat ya mbak…
    Memang terkadang terasa sia – sia ap yg sdah kita pelajari lama malah dpt hasil yg tdak memuaskan.. Intinya ikhlaskan aj…
    Semangat mbak !!!
    ๐Ÿ™‚

  3. Sebagai mantan orang yang pernah berkecimpung di bidang Fisika dulu, saya cuma mau saran… mungkin mbak memang kurang mendalami konsepnya mbak. Dulu pas saya masih belajar Fisika dalem-dalem, latihan soal itu diadakan setiap hari, kuis, ujian, dan sebagainya. Memang awal-awal memang susah. Saya ngejar-ngejar dosennya, asisten dosennya, semuanya yang bisa ngejelasin apa-apa yang saya nggak ngerti saya kejar. Berbulan-bulan kaya’ gitu… ๐Ÿ˜›

    Intinya, jangan patah semangat mbak. Gagal ya nggak apa-apa. Sedih ya nggak apa-apa. Yang penting jangan pernah berhenti bersyukur ๐Ÿ™‚ Terus usaha mbak, semangkA!! :mrgreen:

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s