Angkot vs Sepeda Motor

Assalamualaikum 🙂

jadi di postingan kali ini saya mau membagi tentang filosofi hal-hal dibawah ini versi saya asli . hehee . walau agak geje alias ga jelas dianggap jelas aja yah #maksa . so check this out pal 😉

1.ANGKOT

Seperti yang kita tahu , di Indonesia ini begitu banyak angkutan umum . Mulai dari ojek , bajaj , kereta api , bis , kapal laut , lyn (sebutan angkot di Surabaya) , taksi dkk . nah , kebetulan semenjak saya pindah ke surabaya , alat tranportasi yang sering digunakan adalah angkot . kemanapun tujuannya , saya tahu angkot warna apa dan harus berganti berapa kali untuk sampai di tujuan . sampai-sampai saya dijuluki lulusan Universitas Joyoboyo karena saya hafal dan hampir pernah menaiki seluruh jenis angkot yang ada di Terminal Joyoboyo 😆 .

Angkot , itu mengajarkan kita untuk :

Me-manage Waktu . ya , kalau naik angkot , otomatis kita harus menghitung estimasi waktu dari kita berangkat untuk ke terminal lalu berganti angkot yang lain , belum lagi jika angkotnya termasuk jenis yang suka ngetem (berhenti untuk menunggu penumpang) yang kadang membuat penumpang sampai lumutan menunggu . kalau kita tidak mengitung waktunya  dengan benar , tentu kita akan terlambat sampai di tujuan kan ?

Sabar . kalau naik angkot , kita ga bisa menentukan kecepatan angkot itu sesuka kita . ya kecuali anda sopir angkotnya 😆 . kita tidak bisa mengomel panjang lebar jika angkot ngetem di suatu tempat karena kita sudah terlambat . ya karena ini alat transportasi umum , hal yang umum tidak bisa diatur sesuai maunya kita kan ? jadi mau ga mau , bersabarlah . karena kendali ada di pak sopir 😀

Menghargai Orang Lain . dalam angkot , dari yang muda sampai tua ada . mau yang kaya atau miskin juga ada . loh ? kok orang kaya naik angkot ? ya mungkin kendaraan pribadinya sedang rusak karena beberapa kali saya satu angkot dengan bapak atau ibu yang penampilannya necis , wangi , terlihat parlente tapi naik angkot . hehee .

kadang yang muda seperti segerombolan anak SMA yang ngerumpi ngalor ngidul , ketawa-ketiwi seenaknya bagai angkot itu punya bapaknya harus dimaklumi , karena itulah dunia mereka . ibu-ibu yang berceloteh tentang harga sembako yang semakin melambung tinggi dan cerita tentang uang bulanan dari suaminya yang kurang untuk membayar ini dan itu juga harus dihargai , itulah dunia mereka . mbak-mbak kuliahan yang membawa modul sambil komat-kamit menghafal atau terlihat sibuk mengoret kertasnya di angkot karena sedang UAS (curhat) juga wajib dihargai dan tidak diganggu , karena itulah dunianya . begitu banyak orang yang ada menaiki angkutan umum dan mereka mempunyai dunia mereka sendiri . walau terganggu , walau merasa berisik , rasa tenggang rasa sangat dibutuhkan , rasa untuk menghargai orang lain juga sangat diperlukan, mengingat kita hidup sebagai mahluk sosial ditambah lagi untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 😀
Bersyukur .di angkot , seluruh lapisan masyarakat ada disana . dari lapisan masyarakat dengan kasta terendah hingga yang paling tinggi ada disana . bahkan yang kurang beruntung dalam hal fisik maupun mental juga ada contohnya , saat saya duduk di bangku SMA , saya pernah berada dalam angkot yang sama dengan seorang siswa SMP yang buta . saya dan dia selalu bertemu di hari Selasa dan Kamis selama beberapa bulan . dia turun di tempat yang sama dan selalu ada becak yang siap menjemputnya sehabis turun dari angkot . melihat dia yang buta , membuat saya sembuh dari kebutaan saya . hati saya berkata “itu loh , anak yang buta aja berusaha untuk mandiri . survive untuk hidupnya yang keras dan gelap . dia tidak mengeluh , hebat!” . kita ? yang sempurna ? belum tentu tough seperti dia , belum tentu sanggup tidak tergantung kepada orang lain  . bersyukurlah kita yang mampu ,  yang sempurna secara fisik sehingga kita bisa berdiri dengan kaki kita sendiri , lebih mampu untuk mandiri dan melakukan apapun tanpa tergantung dengan bantuan orang lain . bersyukurlah kita , barakallah untuk anak laki-laki itu yang menginspirasi saya untuk tidak menyerah pada kerasnya hidup 🙂

 

2.MOTOR

setelah 5 tahun saya di Surabaya bepergian kemana-mana dengan menggunakan angkot , setahun yang lalu , semester 3 tepatnya , saya dianugrahi honda beat berwarna hitam (kata bapak waktu memberikannya , dibelikan yang hitam agar sama black sweet-nya dengan yang punya haha :D) yang saya beri nama Beata . dengan Beata , saya melihat hal yang berbeda dibandingkan dengan saat saya bersama angkot . estimasi waktu yang saya sediakan tidak perlu berjam-jam seperti saat saya naik angkot . selain itu dengan Beata saya menjadi lebih hemat 😀

Motor adalah alat transportasi yang kini mayoritas menguasai jalanan . Sejauh mata memandang , motor yang dikendarai dengan orang-orang yang berpakaian seperti ninja (jaket , sarung tangan , masker atau slayer dilengkapi dengan kaus kaki juga) dan kepalanya yang bundar semua karena memakai helm yang warnanya beragam . semua orang berangkat dari tempat yang sama , rumah . dengan berbagai tujuan , berbagai jenis jalan pun dilewati untuk sampai di tujuan . sama seperti orang hidup , berbagai jalan mereka tempuh . walau itu jalannya berkelok-kelok , lurus ataupun gronjalan (apa sih bahasa Indonesia-nya?) tetap harus dilewati dengan riang gembira 😀 . kadang kita menemui lampu merah yang membuat kita harus terhenti dan digunakan untuk beristirahat (secara terpaksa biasanya) . walau kita bukan orang pertama yang berhasil menembus lampu hijau , tapi jika kita pintar memilih jalan , tentu kita akan lebih terdepan daripada orang pertama yang berhasil menembus lampu hijau . sama seperti hidup , jika kita pintar memilih jalan untuk mencapai tujuan hidup kita , tentu kita akan sampai di tujuan lebih cepat . apalagi jika kita sudah punya peta untuk mencapainya , peta yang berisi target-target yang telah ditentukan seperti PR Blogger yang kapan hari saya bagikan kepada bloggers sehingga kita tahu step-step apa sajakah yang membuat kita cepat sampai tujuan . ya , PR itu saya maksudkan supaya kita mempunyai konsep hidup kita , lebih terarah sehingga cepat sampai tujuan 😉

ya , demikian postingan saya kali ini . maaf  kalau kata-katanya berbelit-belit . maklum , jiwa muda nan galau sukanya ngomong berbelit . semoga ga ada yang bingung ya baca ini .hehee .akhir kata , barakallah untuk kita semua 🙂

Advertisements

50 thoughts on “Angkot vs Sepeda Motor

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s