Maafkan Saya Bu , Saya Suudzon

Setahun yang lalu saya bertemu dengan seorang Ibu yang mengendarai sepeda pancal (apa sih bahasa Indonesia-nya sepeda yang masih menggunakan tenaga manusia , bukan motor?) di jalan perumahan tempat saya tinggal . Ibu itu melambaikan tangannya untuk menghentikan motor saya . Lalu saya pun berhenti . Tampak sembab mata beliau . lalu sembari mengusap matanya , beliau menawarkan jam tangan miliknya dengan harga Rp.75.000,00 . uangnya akan digunakan  untuk membayar SPP anaknya karena hari itu adalah hari terakhir pembayaran , jika tidak dibayar hari itu juga maka anaknya tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian . Ya berhubung saat itu adalah tanggal tua dan keuangan saya layaknya keuangan orang-orang pada umumnya , saya tidak sanggup untuk membelinya . saya ingat-ingat lagi di dompet saya hanya ada selembar uang Rp.10.000,00 itupun akan saya pakai untuk minumnya Beata (motor saya). Dengan teramat berat hati saya tolak jam milik Ibu itu . benar-benar tidak tega sebenarnya , tapi apa daya keadaan saya juga tidak memungkinkan . saya berusaha tidak menyakiti Ibu itu dengan menolak sehalus mungkin , berulang kali tentunya , karena Ibu itu keukeh supaya saya membelinya . akhirnya saya meminta maaf dan kemudian meninggalkan Ibu itu karena saya sudah telat 10 menit dari jadwal keberangkatan saya menuju kampus .

Perjalanan saya ke kampus diwarnai dengan perenungan panjang . tega sekali saya tidak membantu Ibu itu ! padahal Ibu itu menangis karena anaknya terancam tidak bisa mengikuti ujian . Tapi saya lagi ga butuh jam ? kenapa harus saya yang ditawari ? jelas-jelas saya anak sekolahan yang jelas lebih ga punya uang ! pokoknya otak saya penuh dengan pro kontra tentang Ibu itu tadi . sampai kepala saya mau pecah karena di dalam sana ramai sekali . dan  jujur saya merasa bersalah sampai berhari-hari berminggu-minggu berharap bertemu Ibu itu lagi dan kemudian membantunya .

dan beberapa hari yang lalu , di waktu yang sama . saya bertemu Ibu itu lagi dengan sepeda yang sama . Jam pertemuan kami pun kurang lebih sama dengan setahun yang lalu , sekitar jam 8 pagi . dan sama-sama di tanggal tua . waktu saya melihat ibu itu , dalam hati saya “itu ibu yang menangis dulu” dan saya ibu itu menoleh kepada saya , beliau sama keadaannya dengan setahun yang lalu . menangis . ibu itu menghentikan motorku , sama dengan setahun yang lalu . ibu itu memintaku untuk membeli jam tangannya , dengan harga dan alasan yang sama seperti setahun yang lalu . beliau mengiba mengharap belasku , tapi entah mengapa ibaku yang sempat mengusik kedamaian jiwaku beberapa minggu di tahun lalu , kali ini tak ada . tak ada iba, tak ada rasa bersalah karena tak bisa menolong , tak ada rasa ingin membantu . saya merasa dibohongi . saya terluka .  mengapa saya begitu jahat menyimpulkan bahwa beliau telah membohongi saya saat itu dan setahun yang lalu ? entah , tapi feeling saya yang selama ini lebih banyak benarnya mengatakan , Ibu bersepeda itu , bersandiwara . entah untuk alasan apa dan entah mengapa harus saya lagi yang dimintai belasnya . entah . yang pasti , rasa bersalah itu , iba itu kini sudah hilang . maafkan saya Bu , saya suudzon .

Advertisements

27 thoughts on “Maafkan Saya Bu , Saya Suudzon

  1. hmm.. gag tau kenapa kok sedih ya baca ini.. 😦 jangan berprasangka Fiq, mungkin memang banyak sekarang yang berkedok seperti itu, tapi itu bukan sebagai alasan untuk se-enaknya menghakimi orang. (maaf yaaa.. kalo saya sok tahu)

    semoga Ibuknya memaafkan Fiqih..

  2. kasus pertama….mungkin sya akan sma spt mb, merasa spt bersalah, spt tidak berdaya utk menolongnya…
    namun utk kasus kedua…momen rasa iba kita dan empati kita tentunya dengan sendiriny akan hilang melihat kelakuan si ibu tsb….

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s