Tiga Hal

Assalamualaikum kawan 🙂 . kali ini saya ingin membagikan tiga , ya tiga masalah yang mengusikku hari ini , membuatku tak enak hati . apakah ini mengusikmu juga ?

  •  rumah saya bertolak belakang dengan sebuah TK-SD Islam . pagi tadi  ,saat saya sedang menjemur pakaian , saya mendengar para siswa yang beramai-ramai melafalkan ayat . tiap kelas saling berteriak seolah-olah ingin kelasnya lah yang paling nyaring dalam melafalkan ayat yang masing-masing kelas berbeda ayatnya . beberapa saat kemudian sekolah menjadi hening . lalu , ada sebuah kelas yang bernyanyi . lagu ST12 awalnya , tapi kemudian berganti dengan Topi Saya Bundar . Sedang asyik-asyiknya menyanyi , seorang guru yang mereka panggil dengan sebutan Pak Ustadz menghentikan nyanyian para siswa dengan berkata, “hei , kamu (menyebutkan nama muridnya) ! ngapain kamu pegang-pegang ?! saya lempar (maaf) BH kamu nanti !” . otomatis seisi kelas tertawa terbahak-bahak , tapi bagi saya , itu bukan ucapan orang terdidik ! itu bukan ucapan orang yang mempunyai tugas mulia sebagai pahlawan tanpa tanda jasa . pantaskah dia menyandang jabatan seorang Guru ? apalagi Ustadz ? omong kosong ! lepaskan saja segala atributmu itu ! ucapanmu tak ada bedanya dengan orang-orang yang tak pernah duduk di bangku sekolah !
  • saya tidak suka menonton iklan , jadi kalau acara yang sedang saya tonton sedang jeda , maka saya akan mengganti channel tivi sampai acara saya mulai ditayangkan kembali . waktu saya sedang mengganti-ganti channel , saya sampai di sebuah channel swasta yang mengiklankan sinetron yang akan ditayangkannya beberapa hari lagi . bukan itu masalahnya . masalahnya adalah pemeran utama dari sinetron itu digambarkan mengalami kekurangan fisik . lalu saya ingat bahwa sering kali sinetron maupun film di Indonesia menjadikan peran utamanya adalah penyandang cacat mental atau fisik . baikkah itu ? pantaskah itu ? haloo . . segala kekurangan itu bukanlah lelucon yang bisa kau gunakan begitu saja supaya rating sinetronmu naik lalu rupiah yang berhasil kau raup menjadi sebanding dengan rating tersebut ! mana hati nuranimu ? pantaskah itu kau lakukan ? pantaskah ?
  • penggantian channel tive terhenti oleh siaran berita yang menayangkan sidak dadakan pemerintah ke kamar para napi wanita . dan tahukah kalian apa yang ditemukannya ? uang senilai 60 juta , dengan fasilitas kamar yang mewah . ada tivi layar datarnya lohhh . . . ! ya , itu gambaran hukum di Indonesia . miris . dan itu telah terjadi selama turun temurun . huftt .

yaa , dua point terakhir menggambarkan , demi uang segalanya dapat dihalalkan begitu saja . sedangkan point pertama menunjukkan kebrobrokan seorang guru yang sebenarnya itu bisa berdampak buruk bagi siswanya yang masih kecil . bagaimana tidak . dalam rentang umur itu , mereka telah mendapatkan contoh dari gurunya sendiri untuk berfikiran “dewasa” sebelum waktunya .padahal di umur inilah mereka mudah mengingat segala sesuatu dengan baik .

heii kawan . apa yang harus kita lakukan dengan lingkungan seperti ini ? bhkan yang masih polos pun telah dinodai . apa yang harus kita lakukan ?

Advertisements

22 thoughts on “Tiga Hal

  1. Begini aja, ketimbang saat iklan di Channel A kamu ganti ke channel B, gimana kalo suaranya di-mute aja. Jadi tetap di Channel A, tapi tanpa suara. Biar gak ketinggalan acaranya gitu. 🙂

  2. tiga hal…
    aduh, saya pusing… saya tidak mau pakai emosi deh…
    pertama, andaikan anak saya sekolah di tempat itu, setidaknya saya akan tindaki dulu dengan menegur, kalau masih diulang maka pilihannya adalah ustadz itu yang keluar atau anak saya yang keluar. hehehe… Saya tidak mau pasang emosi, capek.
    untuk hal yang kedua dan ketiga, saya tidak sepakat juga (sepertinya ketiga hal yang dibahas disini mengundang ketidaksetujuan pembaca). Sepertinya membatasi tontonan adalah hal perlu di jaman sekarang ini…

    • Iya , pmbatasn tontonan baik tv maupun bioskop memang hrusnya ada . Sya kaget wktu tw adek sya yg brumur 15thn dg sragam SMPnya diperbolehkn buat ntn twilight – breaking dawn 😥

  3. si guru itu mungkin keceplosan karena terbiasa akrab dengan murid-muridnya. yah semoga dia sadar dan menyesal. kalo nggak, berarti kelewatan namanya. 😕

    iklan tv swasta emang suka lamaa banget. durasi acaranya berapa, iklannya berapa. kadang sampe lupa tadi lagi nonton apa, saking kelamaan iklannya. 😆

    • Iya , moga tuh guru diberi hidayah amiiin ^^

      brrti ska gnti2 channel jga 😀 ?
      Yaaa nmanya jga iklan, ajang promosi, tivi yg nyiarin jga dpet duit, jd wlu iklan bnyak mah oke2 ajaa. Hehe x)

  4. Waduuh… Ustadnya kok kejem banget…. 😦
    kalau saya paling tidak suka nonton sinetron yang digemari ibu-ibu sekarang…. Soalnya kalau sudah nonton itu pasti tidak mau diganggu si ibu-ibu….. hadeeehh 😦

    Salam kenal juga ya.. makasih sudah berkunjung di blog saya 😀

  5. Hari gini Ustad banyak yang aneh2 juga (maaf), Salah satu contoh, Seharusnya mengajarkan kebaikan itu nilainya GRATIS, tapi skg minta diajarin ngaji aja ada yg pasang tarif… di jaman Rasul kagak ada minta tarif, hehe…

  6. Ustad kok ngomong gitu.. Gag pantas sekali.

    Hmm.. mungkin maksudnya sinetron itu bukan menertawakan Fiq, tapi justru mengajak kita peduli. Tapi gag tau juga dink, gag nonton iklan yang fiqih maksud soalnya. hehehe

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s