Mengejar Mas-Mas

Assalamualaikum πŸ™‚
Selamat hari AIDS ^^ . hahay telat sehari nihh . . walau telat lebih baik daripada tidak kan ? #ngeles πŸ˜€
Hari ini saya mau cerita nih tentang pengejaran saya terhadap mas-mas . hahaa gini ceritanya . Tadi pagi sekitar jam setengah delapan , saya mengendarai Beata (beat hitam yang setia menemaniku dalam terik maupun hujan) menuju ke kampus tercinta . entah mengapa saya bawaannya pengen ngebut . ga telat sih , tapi pengen memacu adrenalin saja . motor , mobil apalagi truk yang besar-besar semuanya berhasil saya lewati dengan kecepatan tinggi . sempat diklakson beberapa kendaraan , tapi mah cuek aja (jangan ditiru yah,hehe) .
Kira-kira perjalanan kurang 15menit lagi untuk mencapai kampus , eh saya bertemu laki-laki yang sepertinya sebaya dengan saya . Dia menggunakan jaket , celana , sepatu , helm dan motor gedenya memiliki nuansa yang sama , hitam . tak lupa ranselnya pun berwarna sama tetapi , ada yang salah dengan ransel β€œacer”-nya . bukan bentuknya , bukan modelnya , atau apapun perwujudannya , yang salah dari tas itu adalah reslitingnya masih terbuka ! wah , saya berniat mengejar mas Hitam itu . dia memacu motornya ke kiri , saya ikuti . lalu dia nyelip diantara mobil-mobil yang berada di tengah , saya ikuti lagi . naah , itu dia , sudah berada didepan saya pas . saya sudah membuka kaca helm , menarik nafas dan sudah menyiapkan suara untuk mengatakan sesuatu tapi . . mas Hitam tiba-tiba potong jalan ambil kanan . aah saya kecolongan . saya pacu lagi motor saya , wah mas Hitam sudah lumayan jauh ! gimana kalo ga nutut , apalagi didepan ada bangjo si lampu abang ijo . saya pacu , lebih cepat , mas Hitam semakin menjauh . ayo lebih cepat lagi Beata ! lampunya berubah jadi kuning , mas Hitam dalam kecepatan maksimal . tidakk !! mas ! tunggu saya ! maaaass ! teriak saya dalam hati .aduhhh , sayang sekali , dia lolos dan saya terhenti oleh merahnya bangjo . ah , saya menyesal . ada kata-kata yang tak terucap untuk mas itu . padahal niat saya baik , tapi Tuhan berkata lain . mas , ada amanah yang tercekat di tenggorokanku . ada kata yang tak terucap tak tersampaikan . mas , tasmu buka 😦
Lampu pun berubah menjadi hijau , penyesalan yang dalam menggantung di hati saya . tapi saya memutuskan untuk tak larut dalam perasan . akhirnya saya membuang jauh-jauh penyesalan itu . semoga ada orang lain yang bisa menyampaikan pesan yang sama seperti pesan yang ingin saya katakan .

Saya memacu Beata dengan kecepatan sedang . sudah hilang semangat saya untuk ngebut . sampai akhirnya , saya menemukan seorang laki-laki lain yang tasnya terbuka juga πŸ˜€ . ahaa ! mangsa empuk lagi . saya kejar ma situ , lagi , seperti saya mengejar mas Hitam tadi . lebih cepat lebih cepat , looh , mas itu sepertinya mengarah ke kiri padahal kampus saya lurus , saya coba untuk lebih mendekatinya lagi . aduh bagaimana ini , mas itu semakin ke kiri .tidak mas , jangan gagalkan keinginan mulia saya . jangan mas ! mas , jangan ke kiri , mas !! tasmu terbuka sampai barang yang kau bawa terlihat semua . mas tolong , jangan ke kiri , mas ! mas ! aah , mas-nya ternyata ke kiri dan saya harus lurus . satu lagi , mas yang membuat saya merasa bersalah . mas itu menggagalkan keinginan saya untuk menolongnya .
Pokoknya hari ini saya jadi tak bersemangat karena ada dua amanah yang tak tersampaikan . semoga ada orang yang mempunyai tujuan mulia seperti saya , yang mau berbaik hati untuk mengatakan β€œmas , tasmu buka” 😦

Advertisements

6 thoughts on “Mengejar Mas-Mas

monggoh komentar , tapi yang sopan yah :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s